RSS

Membangun Kampus Inklusif, Menuju Kampus Ramah dan Non-Diskriminatif bagi Penyandang Disabilitas*


*Meraih Juara Pertama dalam Lomba Menulis untuk Mahasiswa Se-Jabodetabek yang diselenggarakan oleh Yayasan Mitra Netra dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) serta didukung oleh DPP Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni), The International Council of Education for People with Visual Impairment (ICEVI) dan The Nippon Foundation (TNF)

Oleh: Kamal Fuadi (Mahasiswa KI-Manajemen Pendidikan FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Pendahuluan

Indonesia merupakan negara yang memiliki komitmen tinggi dalam pendidikan. Komitmen tersebut dibuktikan dengan pencantuman upaya pencerdasan bangsa dalam konstitusi tertinggi negara. Sebagai manifestasi komitmen, pemerintah menyelenggarakan pendidikan untuk semua warga dari mulai jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.
Pemerintah mengupayakan penyelenggaraan pendidikan agar dapat berjalan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural dan kemajemukan bangsa. Dalam kerangka tersebut, pemerintah menyelenggarakan pendidikan yang memperhatikan perbedaan-perbedaan yang terdapat pada individu-individu. Warga negara normal (baca: tidak menyandang disabilitas) diberikan akses untuk mengenyam pendidikan. Pun dengan warga negara yang tidak normal (baca: penyandang disabilitas) diberikan akses serupa. Namun demikian, warga negara penyandang disabilitas belum diberi akses mengenyam pendidikan tinggi secara maksimal. Untuk itulah tulisan singkat ini menelaah tentang penyelenggaraan pendidikan pada jenjang perguruan tinggi bagi penyandang disabilitas serta strategi mewujudkan kampus yang ramah dan non-diskriminatif bagi penyandang disabilitas. Read the rest of this entry »

 
6 Comments

Posted by on July 25, 2010 in Arteikelku

 

Tags: , , , , , , , , ,

Guru Kreatif Idaman


 
Leave a comment

Posted by on May 11, 2012 in pictorial

 

Tags: , ,

Laptop yang Hilang


Satu-satunya foto laptop saya (COMPAQ) yang hilang sepulang dari Entikong. Seingat saya laptop ini sudah masuk ke tas satu jam sebelum check out dari hotel tempat saya menginap di Pontianak. Kecurigaan saya laptop ini hilang di bis DAMRI Bandara Soekarno Hatta-Terminal Lebak Bulus. Charger laptop dan tas masih utuh. Charger saya jual via Kaskus dibeli oleh orang Garut. Tas masih saya pakai sampai sekarang. Semua data pekerjaan dan kuliah saya hilang. Semoga laptop saya bermanfaat di tangan pemiliknya yang baru :) .

 
Leave a comment

Posted by on May 10, 2012 in Uncategorized

 

Tags: ,

Dari Pusat Menuju Perbatasan


Akhir tahun 2011 saya mendatangi Entikong, salah satu wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia. Kedatangan saya ke Entikong merupakan bagian dari tugas penelitian “Madrasah di Daerah Khusus” Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Balitbang dan Diklat Kementerian Agama RI. (Mengenai hasil penelitian Madrasah di Daerah Khusus saya sajikan dalam tulisan lain).

Perjalanan menuju Entikong saya tempuh melalui perjalanan udara dari Bandara Internasional Soekarno Hatta menuju Bandara Supadio Pontianak. Perjalanan udara Jakarta-Pontianak memakan waktu kurang lebih 1 jam. Dari Bandara Supadio menuju hotel terdekat menempuh waktu perjalanan 30 menit menggunakan taksi. Dari Pontianak menuju Entikong, perjalanan ditempuh dengan jalur darat menggunakan jasa travel (di Pontianak, mobil yang digunakan untuk travel juga disebut taksi). Perjalanan Pontianak-Entikong juga dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan umum berupa bis. Dengan waktu perjalanan yang lumayan lama, sekitar 7 jam, perjalanan dari Pontianak menuju Entikong lebih nyaman menggunakan jasa travel.

Suasana Pontianak tidak jauh dari Jakarta, sama-sama panas tetapi tidak macet. Pontianak dibelah olah salah satu sungai terbesar di Kalimantan, yaitu Sungai Kapuas. Sungai-sungai di Kalimantan cukup banyak. Maka tak heran jika Kalimantan mendapat sebutan “Pulau Seribu Sungai”. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on May 10, 2012 in ceritakuceritamu

 

Tags: , , , , , ,

Madrasah di Perbatasan Negara


Madrasah Ibtidaiyah Istiqamah Entikong Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat

(Tulisan ini merupakan Laporan Penelitian “Pemetaan Madrasah di Daerah Khusus” yang Diajukan Kepada Puslitbang Pendidikan Keagamaan Balitbang dan Diklat Kementerian Agama RI Tahun 2011. Beberapa data dalam tulisan ini sengaja dihilangkan karena tidak dapat ditampilkan)

Pendahuluan

Madrasah merupakan lembaga pendidikan Islam yang dalam sejarah telah melahirkan intelektual-intelektual bermoral karena nilai-nilai keagamaan sangat kental dalam sistem pendidikannya. Selain itu, madrasah juga menjadi media perjuangan untuk mempertahankan kelestarian ajaran-ajaran Islam. Untuk itulah, seharusnya, proses pembelajaran dan pendidikan di madrasah harus terus dilestarikan dan dikembangkan dengan memberikan porsi perhatian yang seimbang mengingat peran krusial yang diemban oleh madrasah. Posisi madrasah tidak dapat digantikan oleh lembaga-lembaga lain, sebab kelahiran madrasah merupakan upaya menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan agama. Lembaga pendidikan ini menawarkan konsep pendidikan yang berbeda dengan lembaga pendidikan lainnya. Ciri khas madrasah lebih dari hanya sekadar penyajian mata pelajaran agama saja. Artinya, ciri khas tersebut bukan hanya sekadar menyajikan mata pelajaran agama Islam di dalam lembaga madrasah tetapi yang lebih penting ialah perwujudan dari nilai-nilai keislaman di dalam totalitas kehidupan madrasah. Suasana madrasah yang demikian dapat melahirkan budaya madrasah yang merupakan identitas lembaga pendidikan madrasah. Otonomi lembaga pendidikan madrasah hanya dapat dipertahankan apabila madrasah tetap mempertahankan dirinya sebagai pendidikan yang berbasis masyarakat (community-based education).

Keberadaan madrasah sebagai sub-sistem pendidikan nasional perlu dipertahankan dan dikembangkan. Pendidikan madrasah mampu memberikan sumbangan yang signifikan jika disertai dengan metodologi modern dan Islami. Untuk itu diperlukan guru yang mampu mendidik dan mengajar dengan metodologi yang sesuai dengan tantangan zaman peserta didik. Upaya peningkatan mutu madrasah harus terus menerus dilakukan karena madrasah masih memiliki banyak ketertinggalan terutama jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah umum. Masuknya madrasah sebagai sub-sistem pendidikan nasional mempunyai berbagai konsekuensi antara lain dimulainya suatu pola pembinaan mengikuti ukuran yang mengacu pada sekolah pemerintah. Banyak madrasah yang saat ini sudah mencapai, bahkan melebihi, standar yang telah ditetapkan pemerintah. Namun lebih banyak lagi madrasah yang masih jauh di bawah standar pemerintah. Saat ini madrasah sedang berbenah untuk mengejar ketertinggalan. Kehadiran Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan patut disyukuri karena dapat berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang berkualitas. Kualitas pendidikan dapat dilihat dari isi, proses, kompetensi lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan.

Dalam rangka mencapai kualitas tersebut, sebagaimana ditentukan dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku, hendaknya dimulai dengan upaya membangun komitmen bersama dan diorientasikan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya. Tantangan yang dihadapi madrasah dalam menjalankan misinya tidaklah kecil. Pertama, perubahan orientasi pendidikan masyarakat. Persiapan menuju era industrialisasi telah menyebabkan orientasi pendidikan masyarakat berubah dari ”belajar untuk mencari ilmu” menjadi ”belajar sebagai persiapan memperoleh pekerjaan”. Perubahan orientasi ini membuat sekolah umum, yang memberikan pendidikan umum lebih banyak, lebih menarik minat orang tua daripada pesantren atau madrasah. Kedua, pendidikan umum di mata masyarakat pada umumnya lebih diutamakan daripada pendidikan keagamaan. Madrasah yang semula mengutamakan pelajaran agama daripada pelajaran umum, sering menjadi pontang panting mengejar ketertinggalan mereka dari sekolah umum di bidang pelajaran umum. Ketiga, kualitas layanan yang diberikan oleh mayoritas madrasah masih dinilai lebih rendah daripada layanan pendidikan yang diberikan oleh sekolah umum. Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on May 9, 2012 in Laporan Penelitian

 

Tags: , , , , , , , , , , ,

MARI BERKARYA MENULIS CERITA ATAU ESSAY TENTANG ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI INDONESIA


College of Allied Educators Indonesia (www.cae-indonesia.com) bekerja sama dengan Yayasan HOPE Worldwide Indonesia (www.hopeindonesia.org), Shining Stars Academy (www.shiningstars.co.id) dan Kuningan Family Community Centre (KFCC) mengadakan lomba menulis cerita tentang anak-anak berkebutuhan khusus di Indonesia.

Mengambil tema umum kegiatan peduli anak-anak berkebutuhan khusus, What Will I Be, lomba karya tulis tentang masa depan anak-anak spesial ditujukan bagi masyarakat umum agar lebih dari sekadar peduli, namun turut memberikan pandangan hingga kontribusi pemikiran melalui karya tulis cerita.

Lomba karya tulis berbentuk karangan cerita ini dapat mengambil topik seputar kehidupan anak-anak berkebutuhan khusus di Indonesia serta nilai-nilai apa yang dapat diperhatikan guna mendukung kehidupan mereka yang lebih baik

Syarat & Ketentuan Mengikuti Lomba Karya Tulis:

Persyaratan:

  1. Lomba ini terbuka untuk umum.
  2. Tidak ada batasan usia.
  3. Tidak dipungut biaya.

Ketentuan:

  1. Lomba bersifat perorangan.
  2. Karya berupa karangan cerita dengan topik-topik menyangkut seputar: Mempersiapkan masa depan anak berkebutuhan khusus di Indonesia, Hal-Hal terkait pengembangan potensi Anak Berkebutuhan Khusus, Seputar Kepedulian kita terhadap Anak Berkebutuhan Khusus, Pentingnya peran orang tua dalam menyiapkan masa depan anak berkebutuhan khusus, Peran guru dalam membantu tumbuh kembang dan pendidikan anak berkebutuhan khusus, Pendidikan Inklusif di Indonesia.
  3. Panjang tulisan 1000 – 1200 kata. Diketik di kertas A4, jenis huruf Times New Roman, ukuran 12, spasi 1,5.
  4. Karya belum pernah diikutsertakan dalam lomba sejenis dan atau belum pernah dipublikasikan di berbagai media, cetak maupun online (blog, website, dsb).
  5. Karya yang telah diterima panitia menjadi hak milik panitia penyelenggara.
  6. Panitia berhak mempublikasikan karya pemenang di media massa dan dalam materi promosi College of Allied Educators Indonesia.
  7. Pemenang akan menerima surat resmi dari panitia lomba dan diumumkan pada tanggal 31 Mei 2012 melalui www.cae-indonesia.com danwww.hopeindonesia.org
  8. Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu-gugat
  9. HADIAH bagi pemenang:Juara 1 uang tunai Rp. 5.000.000 dan trophy, Juara 2 uang tunai Rp. 3.000.000 dan trophy, dan Juara 3 uang tunai Rp. 2.000.000 dan trophy
  10. Karya dikirimkan dalam bentuk artikel (hardcopy) dengan mencantumkan nama, alamat lengkap dan nomor telepon yang bisa dihubungi di bagian belakang lembar tulisan/ atau lembar berbeda
  11. Karya dimasukkan ke dalam amplop dan dikirim ke alamat: College of Allied Educators Indonesia: Gedung Menara Kuningan Unit F2 Jl. H.R. Rasuna Said, Block X-7 Kav-5 Jakarta 12940
  12. Karya paling lambat diterima panitia tanggal 12 Mei 2012 (cap pos).

Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi:

College of Allied Educators:

(021) 33006177, (021) 30015796, 087881658545

e-mail: cae.indonesia@yahoo.com

 
Leave a comment

Posted by on April 22, 2012 in informasi

 

Tan Hong Boen: Penulis Seribu Wajah*


Tulisan ini pernah dimuat dalam “Dari Penjaja Tekstil Sampai Superwoman; Biografi Delapan Penulis Peranakan” yang ditulis oleh Myra Sidharta. Dimuat kembali di sini untuk keperluan pendidikan.

Bila disimak dalam buku Literature in Malay by the Chinese of Indonesia karya Claudine Salmon, hanya ada satu karya yang ditulis Tan Hong Boen dengan nama aslinya: karya itu adalah Orang Tionghoa yang Terkemoeka di Jawa (Who’s who), kumpulan data pribadi sejumlah orang Tionghoa Indonesia. Karya ini, yang diselesaikan pada 1935, sampai kini masih dianggap sebagai dokumen penting mengenai orang Tionghoa Indonesia pada masa itu, karena buku itu juga memaparkan latar belakang pendidikan dan keberhasilan mereka dalam masyarakat.

Tan Hong Boen (THB) suka memakai macam-macam nama samaran yang ia pilih menurut jenis tulisannya. Dengan nama Ki Hadjar Dharmopralojo ia telah menulis beberapa karya terutama adaptasi beberapa legenda Indonesia, seperti hikayat Raden Patah, putra seorang putri Tionghoa yang mendirikan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Dalam karya lain, suatu roman mengenai gadis pribumi, ia mencantumkan nama samaran yang eksotis: Madame d’Eden Lovely (dalam karya ini ia memasukkan syair yang ditulis oleh Tu Fu, pujangga terkenal yang sudah ia terjemahkan). Tetapi nama pena favoritnya adalah Im Yang Tjoe, yang sering dipakai untuk novel-novelnya.

THB mulai menulis dengan nama pena tersebut sejak 1925 hingga 1950an, ketika ia berhenti menulis novel, dan mengkhususkan diri pada cerita wayang. Ia juga menggunakan nama samaran Ki Hadjar Sukowiyono menjelang akhir hidupnya. Waktu itu ia sudah tidak banyak menulis lagi dan menghabiskan waktu di rumahnya, yang berdekatan dengan pabrik farmasi yang didirikannya. Pada masa itu ia pun sangat tekun bermeditasi.

Dari dokumen yang ditemukan di Slawi, tempat tinggalnya, diketahui ia adalah putra Tuan dan Nyonya Tan Boen Keng dan dilahirkan pada 27 Februari 1905. Pendidikan formal yang pernah dikenyamnya tidak banyak diketahui. Meskipun demikian rupanya ia fasih berbahasa Tionghoa, Melayu, dan beberapa bahasa Barat seperti Inggris dan Belanda. Hal ini bisa dilihat dari seringnya ia mengutip karya-karya besar pujangga Eropa, seperti Shakespeare, Dante, dan Goethe. Pada waktu itu karya-karya tersebut belum diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu. Ia pun pernah berusaha menulis syair dan beberapa di antaranya dapat ditemukan dalam cerita-ceritanya. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on April 1, 2012 in nukilan dari sebelah

 

Tags: , , , , , , , , , ,

Lomba Blog Pearl Jam Indonesia & Konser Navicula


Image

Grunge pernah menjadi sebuah genre yang fenomenal di dunia musik meski banyak juga opini yang menyatakan kalau grunge hanya label yang diberikan media untuk kepentingan publikasi dan bisnis. Diakui atau tidak, grunge atau apapun namanya, pernah menjadi sebuah aliran yang menghipnotis dunia musik pada dekade 90an.

Nama-nama seperti Pearl Jam, Nirvana, Soundgarden, Alice in Chains dan banyak lagi, menjadi nama yang akrab di kuping pecinta musik kala itu. Dengan berjalannya waktu, satu per satu nama itu mulai memudar. Dua dekade berselang, hanya Pearl Jam satu-satunya band asal Seattle yang masih utuh dan rutin berkarya hingga kini.

Pearl Jam Indonesia (PJ.ID), sebagai komunitas yang merangkum penggemar Pearl Jam di Indonesia, mencoba mengulik kenangan para pecinta musik 90an yang pernah mendengar kata grunge ini dalam sebuah lomba blog bertema :

“GRUNGE ATAU PEARL JAM, TULISKAN PENGALAMAN, OPINI, DAN HARAPAN KAMU!”

Lomba ini bertujuan untuk menjaring pengalaman/opini/harapan para penikmat musik dalam bentuk literasi tentang sebuah fenomena aliran yang pernah populer di tahun 90an. Tuliskan opini, ulasan, analisa atau essay tentang grunge dan tentu saja tentang Pearl Jam sebagai satu-satunya band “peninggalan” era grunge yang masih utuh dan rutin berkarya hingga kini! Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on March 30, 2012 in Uncategorized

 

Tags: , , , , , ,

Kebijakan dan Analisis Kebijakan


Kebijakan merupakan terjemahan dari kata policy yang berasal dari bahasa Inggris. Kata policy diartikan sebagai sebuah rencana kegiatan atau pernyataan mengenai tujuan-tujuan, yang diajukan atau diadopsi oleh suatu pemerintahan, partai politik, dan lain-lain. Kebijakan juga diartikan sebagai pernyataan-pernyataan mengenai kontrak penjaminan atau pernyataan tertulis[1]. Pengertian ini mengandung arti bahwa yang disebut kebijakan adalah mengenai suatu rencana, pernyataan tujuan, kontrak penjaminan dan pernyataan tertulis baik yang dikeluarkan oleh pemerintah, partai politik, dan lain-lain. Dengan demikian siapapun dapat terkait dalam suatu kebijakan.

James E. Anderson memberikan pengertian kebijakan sebagai serangkaian tindakan yang mempunyai tujuan tertentu yang diikuti dan dilaksanakan oleh seorang pelaku atau sekelompok pelaku guna memecahkan suatu masalah tertentu[2].

Pengertian ini memberikan pemahaman bahwa kebijakan dapat berasal dari seorang pelaku atau sekelompok pelaku yang berisi serangkaian tindakan yang mempunyai tujuan tertentu. Kebijakan ini diikuti dan dilaksanakan oleh seorang pelaku atau sekelompok pelaku dalam rangka memecahkan suatu masalah tertentu. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on March 24, 2012 in makalah

 

Tags: , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.