Akhir tahun 2011 saya mendatangi Entikong, salah satu wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia. Kedatangan saya ke Entikong merupakan bagian dari tugas penelitian “Madrasah di Daerah Khusus” Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Balitbang dan Diklat Kementerian Agama RI. (Mengenai hasil penelitian Madrasah di Daerah Khusus saya sajikan dalam tulisan lain).
Perjalanan menuju Entikong saya tempuh melalui perjalanan udara dari Bandara Internasional Soekarno Hatta menuju Bandara Supadio Pontianak. Perjalanan udara Jakarta-Pontianak memakan waktu kurang lebih 1 jam. Dari Bandara Supadio menuju hotel terdekat menempuh waktu perjalanan 30 menit menggunakan taksi. Dari Pontianak menuju Entikong, perjalanan ditempuh dengan jalur darat menggunakan jasa travel (di Pontianak, mobil yang digunakan untuk travel juga disebut taksi). Perjalanan Pontianak-Entikong juga dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan umum berupa bis. Dengan waktu perjalanan yang lumayan lama, sekitar 7 jam, perjalanan dari Pontianak menuju Entikong lebih nyaman menggunakan jasa travel.
Suasana Pontianak tidak jauh dari Jakarta, sama-sama panas tetapi tidak macet. Pontianak dibelah olah salah satu sungai terbesar di Kalimantan, yaitu Sungai Kapuas. Sungai-sungai di Kalimantan cukup banyak. Maka tak heran jika Kalimantan mendapat sebutan “Pulau Seribu Sungai”. Read the rest of this entry »






