RSS

Category Archives: ceritakuceritamu

Dari Pusat Menuju Perbatasan

Akhir tahun 2011 saya mendatangi Entikong, salah satu wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia. Kedatangan saya ke Entikong merupakan bagian dari tugas penelitian “Madrasah di Daerah Khusus” Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Balitbang dan Diklat Kementerian Agama RI. (Mengenai hasil penelitian Madrasah di Daerah Khusus saya sajikan dalam tulisan lain).

Perjalanan menuju Entikong saya tempuh melalui perjalanan udara dari Bandara Internasional Soekarno Hatta menuju Bandara Supadio Pontianak. Perjalanan udara Jakarta-Pontianak memakan waktu kurang lebih 1 jam. Dari Bandara Supadio menuju hotel terdekat menempuh waktu perjalanan 30 menit menggunakan taksi. Dari Pontianak menuju Entikong, perjalanan ditempuh dengan jalur darat menggunakan jasa travel (di Pontianak, mobil yang digunakan untuk travel juga disebut taksi). Perjalanan Pontianak-Entikong juga dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan umum berupa bis. Dengan waktu perjalanan yang lumayan lama, sekitar 7 jam, perjalanan dari Pontianak menuju Entikong lebih nyaman menggunakan jasa travel.

Suasana Pontianak tidak jauh dari Jakarta, sama-sama panas tetapi tidak macet. Pontianak dibelah olah salah satu sungai terbesar di Kalimantan, yaitu Sungai Kapuas. Sungai-sungai di Kalimantan cukup banyak. Maka tak heran jika Kalimantan mendapat sebutan “Pulau Seribu Sungai”. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on May 10, 2012 in ceritakuceritamu

 

Tags: , , , , , ,

Kesulitan Akses Pendidikan di Negeri Kita (Seklumit Cerita Perjalanan ke Cicakal Garang Kanekes Baduy)

Kamis, 28 April 2011, pukul 06.00

HP saya berbunyi. Tampak di layar nama penelfon, mas Khamami Zada, salah seorang “guru” yang saya kenal lewat tulisan-tulisan dan diskusi-diskusi mengenai gerakan fundamental dan radikal dalam Islam. Beliau adalah dosen Syari’ah UIN Jakarta dan salah seorang pakar Islam radikal. Sewaktu aktif di Forum Diskusi Lintas Perspektif RASIONALIKA Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus Sunnah Ciputat, saya pernah mengundang beliau untuk berbicara mengenai gerakan Islam radikal.

Kali ini pembicaraan via HP bukan mengenai gerakan Islam radikal, melainkan pogram Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Balitbang dan Diklat Kementerian Agama RI mengenai model pengembangan pendidikan di daerah khusus. Daerah khusus yang dimaksud yaitu daerah terpencil Cicakal Garang Kampung Baduy yang terletak di Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Program tersebut memang sudah sejak beberapa bulan lalu disampaikan secara langsung oleh mas Khamami kepada saya. Maksud beliau agar saya turut serta dalam program tersebut. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on May 2, 2011 in ceritakuceritamu

 

Tentang Sampul Buku, Kertas dan Kayu

Saat pertama kali menyentuh sampul novel Bilangan Fu karya Ayu Utami, saya merasakan ada sesuatu yang berbeda dengan kertasnya. Kertas yang dipakai untuk sampul terlihat berbeda jika diperhatikan. Apalagi jika menyentuh dan meraba serta membolak balik sampul buku tersebut. Benar saja, dalam lembar kedua (yang berisi deskripsi buku) buku ini, terdapat logo kecil berbentuk pohon, tepat dibawahnya tertulis FSC (Forest Stewardship Council). Di bawah logo terdapat tulisan satu paragraf:

Sampul buku ini menggunakan kertas Gardapat13 Klassica buatan Cartiere del Garda, perusahaan yang telah menerima sertifikat dari organisasi pelestari hutan Internasional Forest Stewardship Council. Sertifikat ini merupakan pengakuan bahwa pembuatan kertas tersebut menggunakan bahan-bahan dari hutan yang dikelola secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Gardapat 13 Klassica memang menjadi nama yang aneh bagi saya. Selama ini, ketika membaca buku, jarang saya memikirkan kertas apa yang sebenarnya dipakai oleh pihak percetakan untuk mencetak buku-buku. Hal ini lebih disebabkan karena saya sendiri tidak mengetahui secara persis jenis-jenis kertas yang biasa dipakai di pasaran. Bagi saya, yang membedakan antara satu kertas dan kertas lain yang dipakai di buku adalah kualitas yang dilihat dari halus dan kasar, tebal dan tipis kertas yang dipakai untuk mencetak buku. Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on April 15, 2009 in ceritakuceritamu

 

Everett Reimer dan School Is Dead

Sepuluh hari yang lalu, saat saya sedang iseng mampir ke salah satu toko buku di sekitar kampus, saya menemukan buku yang sudah beberapa tahun terakhir saya cari kemana-mana. Sebuah buku karangan Everett Reimer berjudul School Is Dead. Pernah saya berharap menemukan buku tersebut dalam format e-book di internet. Namun sampai sekarang tak pernah menemukan buku tersebut. Waktu itu saya sedang membaca buku lain karangan Ivan Illich, teman Everett Reimer, yang juga memiliki konsen yang sama. Buku Ivan Illich yang berjudul Deschooling Societypun saya dapatkan berkat info seorang teman yang tidak sengaja juga menemukan sisa-sisa cetakan buku Illich dalam bahasa Indonesia yang dicetak Yayasan Obor Indonesia (YOI). Buku Illich yang inipun awalnya saya cari-cari infonya di internet dan akhirnya saya menemukan buku tersebut dalam format e-book di salah satu situs. Untuk buku Illich tersebut silahkan buka salah satu link yang saya cantumkan di daftar link blog saya.

Perasaan senang menemukan buku Illich dalam bahasa Inggris dan kemudian edisi bahasa Indonesia (edisi bahasa Indonesia berjudul Bebaskan Masyarakat dari Belenggu Sekolah) saya luapkan juga saat pertama kali menemukan buku Everett Reimer. Buku yang terbit dalam bahasa Indonesia ini langsung saya beli saat itu juga. Karena saya berfikiran kalau waktu itu tidak saya beli, kapan lagi ada kesempatan mendapatkan buku itu. Walaupun buku Reimer itu saya dapatkan dalam keadaan bekas, tapi tak apalah, kondisinya masih baik. Beberapa kali saya pernah mendatangi toko buku bekas nan langka langganan saya di perempatan Pondok Pinang, tak pernah sekalipun saya menemukan buku Everett Reimer itu.

Read the rest of this entry »

 
3 Comments

Posted by on January 22, 2009 in ceritakuceritamu

 

Waroeng Tegal: Komunitas Blogger Tegal

Saat teman saya dari Ciamis bercerita tentang komunitas blogger Ciamis dan beberapa aktivitas yang dijalankan, saya jadi iri dan ingin sesegera mungkin mencari teman-teman Tegal yang jadi penggiat blog di dunia maya. Tujuannya memang sepele, hanya ingin menunjukkan ke teman-teman saya yang lain bahwa anak-anak Tegal juga memiliki komunitas yang dapat dibanggakan. Memang bukan hanya alasan itu saja. Tatkala pesta blog dalam skala nasional, Pesta Blogger 2008, diadakan, panitia event tersebut menyatakan bahwa bagi blogger-blogger yang belum memiliki komunitas diharapkan menghubungi komunitas blogger daerah lain, termasuk blogger yang berasal dari Tegal.

Saat membaca beberapa blog milik teman saya dari daerah lain, saya mendapati beberapa banner komunitas blogger daerah. Saat itu saya berharap menemukan banner komunitas blog Tegal yang kemudian dapat saya pasang di blog ini. Saat googling mencari informasi mengenai komunitas blogger daerah, tepatnya dengan keyword tambahan Tegal, tempat kelahiran saya, banyak sekali postingan dari teman-teman Tegal sesama blogger yang juga mencari komunitas blogger Tegal, dan menginginkan agar sesegera mungkin membentuk komunitas blogger Tegal jika memang tidak ada. Namun di salah satu hasil pencarian search engine, saya mendapati alamat http://waroengtegal.org.

Read the rest of this entry »

 
24 Comments

Posted by on January 22, 2009 in ceritakuceritamu

 

Yang Asli dan tidak Asli

Terdengar kembali derap langkah yang sudah tidak tegap lagi. Suara langkah kaki yang sudah tidak asing bagiku. Hampir setiap pagi aku selalu mendengar langkah kaki pak Slamet, tetangga yang rumahnya berjarak sepuluh meter tepat di belakang rumahku. Langkah kaki pak Slamet memang terdengar berbeda daripada orang-orang yang lain. Dua kakinya tidak lagi dapat berdiri tegak membawa badannya yang lumayan besar untuk ukuran orang setua dia. Dia punya kaki yang ketiga, yaitu tongkat kayu usang yang sudah lama dipakainya semenjak ia sudah tidak kuat berjalan lagi dengan kedua kakinya. Tongkat itulah yang mengeluarkan bunyi yang berbeda saat ia berjalan. Orang-orang komplek rumahku pasti langsung menebak suara tongkat kayu pak Slamet. Mereka sudah sangat hafal. Apalagi aktifitas pak Slamet yang setiap pagi hingga menjelang siang menghabiskan waktunya bercengkerama dengan anak-anak muda di pos satpam yang bersebelahan dengan gerbang komplek perumahan.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on March 16, 2008 in ceritakuceritamu

 

Dua yang Belum Selesai

Keheningan malam terpecah oleh suara tuts keyboard komputer. Suaranya mampu mengalahkan detak jam yang biasanya menjadi irama pengiring tidur. Lampu pijar yang berada tepat diatas komputer menjadi satu-satunya penerang. Sebuah meja diduduki komputer dan bertumpuk-tumpuk buku berdiri gagah ditemani kursi kayu tua yang tampak tak mampu menyangga beban manusia. Pulpen, penggaris, pembatas buku, lem kertas, dan beberapa alat tulis tampak berserakan di atas meja yang memang cukup panjang untuk menumpuk barang di atasnya. Segelas kopi hitam yang tidak lagi mengeluarkan uap pertanda kopi sudah dingin tampak belum terjamah oleh tangan.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on March 1, 2008 in ceritakuceritamu

 

Menuju ke Lereng Gunung

Maka bergegas aku menuju ke gunung yang tampak menjulang tinggi. Bukan puncak yang ingin aku taklukkan layaknya pendaki yang terobsesi. Namun hanya keinginan untuk menikmati keindahan kaki dan lereng gunung yang sudah lama tidak aku lihat. Pohon-pohon banyak yang sudah tumbang. Namun lebih banyak lagi yang kelihatan ditebang manusia. Sisa-sisa penebangan nampak masih segar. Tampaknya gunung sudah semakin menua pula. Terlihat kaki-kaki yang mulai merapuh. Lereng-lereng tampak gundul kini. Orang-orangpun jarang terlihat pergi ke sawah mengakrabi diri mereka dengan alam.

 

Kemarahan tampaknya mendominasi suasana pegunungan mulai dari kaki sampai puncak. Bukit-bukit tampak menceracah mengeluarkan serapahan-serapahan lewat ekspresi yang muram. Entah kenapa aku bisa melihat dan merasakannya secara jelas. Padahal aku tidak pernah menginjakkan kaki di gunung ini. Sawah-sawah banyak yang sudah dibiarkan  teronggok seolah enggan untuk ditanami lagi.  

Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on February 26, 2008 in ceritakuceritamu

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.