Pendidikan mengalami kesenjangan antara apa yang dipelajari dengan apa yang kemudian dihadapi. Pun sebaliknya, apa yang dihadapi dengan apa yang kemudian dipelajari di sekolah dan kampus. Pendidikan kehilangan bagian penting yang selama ini dicari, yaitu diri kita sendiri. Pikiran sempit mengenai aktivitas pendidikan yang hanya dilaksanakan di sekolah dan kampus menjadikan kita picik menghadapi kehidupan. Praktik-praktik culas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak akan terjadi jika kita menjadikan seluruh aktivitas dalam kehidupan kita sebagai aktivitas pendidikan. Dengan kata lain, diri kita perlu menyatu dengan dunia pendidikan.
Pendidikan merupakan ranah yang digadang-gadang mampu menopang perwujudan pembangunan negara dan pencerdasan bangsa yang termaktub dalam konstitusi negara. Harapan yang diemban dunia pendidikan hingga saat ini masih merupakan harapan besar yang seringkali belum – untuk tidak mengatakan tidak- kunjung terwujud. Berbagai permasalahan yang melilit dunia pendidikan Indonesia seolah-olah menutupi pencapaian-pencapaian aktivitas pendidikan yang selama ini telah dan sedang diselenggarakan. Pendidikan Indonesia disebut-sebut telah kehilangan karakter dan tercerabut dari akar. Walau demikian, masyarakat Indonesia masih menaruh harapan besar kepada dunia pendidikan yang karut marut dipenuhi kompleksitas permasalahan. Read the rest of this entry »






