RSS

Category Archives: nukilan dari sebelah

Tan Hong Boen: Penulis Seribu Wajah*

Tulisan ini pernah dimuat dalam “Dari Penjaja Tekstil Sampai Superwoman; Biografi Delapan Penulis Peranakan” yang ditulis oleh Myra Sidharta. Dimuat kembali di sini untuk keperluan pendidikan.

Bila disimak dalam buku Literature in Malay by the Chinese of Indonesia karya Claudine Salmon, hanya ada satu karya yang ditulis Tan Hong Boen dengan nama aslinya: karya itu adalah Orang Tionghoa yang Terkemoeka di Jawa (Who’s who), kumpulan data pribadi sejumlah orang Tionghoa Indonesia. Karya ini, yang diselesaikan pada 1935, sampai kini masih dianggap sebagai dokumen penting mengenai orang Tionghoa Indonesia pada masa itu, karena buku itu juga memaparkan latar belakang pendidikan dan keberhasilan mereka dalam masyarakat.

Tan Hong Boen (THB) suka memakai macam-macam nama samaran yang ia pilih menurut jenis tulisannya. Dengan nama Ki Hadjar Dharmopralojo ia telah menulis beberapa karya terutama adaptasi beberapa legenda Indonesia, seperti hikayat Raden Patah, putra seorang putri Tionghoa yang mendirikan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Dalam karya lain, suatu roman mengenai gadis pribumi, ia mencantumkan nama samaran yang eksotis: Madame d’Eden Lovely (dalam karya ini ia memasukkan syair yang ditulis oleh Tu Fu, pujangga terkenal yang sudah ia terjemahkan). Tetapi nama pena favoritnya adalah Im Yang Tjoe, yang sering dipakai untuk novel-novelnya.

THB mulai menulis dengan nama pena tersebut sejak 1925 hingga 1950an, ketika ia berhenti menulis novel, dan mengkhususkan diri pada cerita wayang. Ia juga menggunakan nama samaran Ki Hadjar Sukowiyono menjelang akhir hidupnya. Waktu itu ia sudah tidak banyak menulis lagi dan menghabiskan waktu di rumahnya, yang berdekatan dengan pabrik farmasi yang didirikannya. Pada masa itu ia pun sangat tekun bermeditasi.

Dari dokumen yang ditemukan di Slawi, tempat tinggalnya, diketahui ia adalah putra Tuan dan Nyonya Tan Boen Keng dan dilahirkan pada 27 Februari 1905. Pendidikan formal yang pernah dikenyamnya tidak banyak diketahui. Meskipun demikian rupanya ia fasih berbahasa Tionghoa, Melayu, dan beberapa bahasa Barat seperti Inggris dan Belanda. Hal ini bisa dilihat dari seringnya ia mengutip karya-karya besar pujangga Eropa, seperti Shakespeare, Dante, dan Goethe. Pada waktu itu karya-karya tersebut belum diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu. Ia pun pernah berusaha menulis syair dan beberapa di antaranya dapat ditemukan dalam cerita-ceritanya. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on April 1, 2012 in nukilan dari sebelah

 

Tags: , , , , , , , , , ,

Penggalan pusi Sekolah Kandang Ayam oleh Winarno Surakhmad

Apa artinya bertugas mulia
Ketika kami hanya terpinggirkan tanpa ditanya tanpa disapa
Kapan sekolah kami lebih dari kandang ayam
Sejuta batu nisan guru tua yang terlupakan oleh sejarah
Terbca torehan darah kering
Disini terbaring seorang guru
Semampu membaca bungkus
Sambil belajar menahan lapar
Hidup sebulan dari gaji sehari

 
5 Comments

Posted by on February 28, 2010 in nukilan dari sebelah

 

What Did You Learn in School Today?

Apa yang kau pelajari di sekolah hari ini, anakku?
Apa yang kau pelajari di sekolah hari ini, anakku?

Aku diajari bahwa Washington tidak pernah berdusta,
Aku diajari bahwa tentara itu tidak gampang mati,
Aku diajari bahwa setiap orang punya kebebasan
Begitulah yang diajarkan guruku,

Itulah yang aku pelajari di sekolah hari ini,
Itulah yang aku pelajari di sekolah.

Aku diajari bahwa polisi adalah sahabatku,
Aku diajari bahwa keadilan tidak pernah mati,
Aku diajari bahwa pembunuh itu mati karena kejahatannya sendiri,
Mesti kadang kita juga membuat kesalahan.

Aku diajari bahwa pemerintah harus kuat,
Pemerintah selalu benar dan tak pernah salah,
Pemimpin kita adalah orang yang paling bijak,
Dan lagi-lagi kita akan memilih mereka.

Aku diajari bahwa perang itu tidak begitu buruk,
Aku diajari bahwa ada sebuah perang besar yang pernah terjadi,
Kita dulu pernah berperang di Jerman dan Perancis,
Dan mungkin suatu saat aku akan berperang.

Itulah yang aku pelajari di sekolah hari ini,
Itulah yang aku pelajari di sekolah.

Lagu Tom Paxton yang dinyanyikan oleh Peter Seeger
(lagu ini diselipkan di cover belakang buku Paulo Freire, The Politics of Education: Culture, Power, and Liberation yang diterbitkan (kembali) oleh Pustaka Pelajar Yogyakarta dengan judul Politik Pendidikan: Kebudayaan, Kekuasaan, dan Pembebasan) untuk melihat video lagu silahkan lihat disini

 
Leave a comment

Posted by on September 1, 2009 in nukilan dari sebelah

 

Tags: , , , , , , , , , ,

Nukilan Buku: Garuda di Dadaku (GdD)

(dari milis penerbit mizan)

Inilah novel yang berkisah tentang:

Persahabatan

“Mau kemana,” tanya Kakek Usman.
Heri mengedipkan mata sekilas pada Bayu.
“Ada tugas sekolah, Kek,” jawab Bayu
“Ya sudah. Jangan pulang kemaleman!”
Bayu dan Heri langsung masuk mobil, lalu pergi.
“Gue kira lo lupa!” tudingnya.
Heri tertawa. “nggak dong. Gue udah beli tiketnya, nih! Final Liga Remaja Se Indonesia!” Heri mengayun-ayunkan sebuah tiket ke arah Bayu.
Bayu menyambarnya dengan takjub. (GdD, hlm. 25)

Spiritualitas

“Kami berdua ke sini atas undangan Pak Johan waktu itu ….”
Pak Johan memotong, “Kalian berbohong!”
Heri dan Bayu kaget.
Saya sudah cek ke SSB Satria Bangsa. Tidak ada nama kamu,” tuding Pak Johan dengan muka dingin.
Bayu tercekat. Heri menggigit bibirnya.
“Yang bohong itu saya, Pak,” sergah Heri.
Pak Johan melirik ke arah Bayu. Tapi, Bayu diam saja. Bayu lemas.
“Tapi Bapak lihat sendiri, kan, bakatnya. Kami yakin Pak Johan pasti bisa membawa Bayu masuk seleksi Tim Nasional. Jadi …”
“Percuma punya bakat kalau pembohong!”
Heri langsung mengambil alih situasi. Dia menjejeri langkah Pak Johan dengan kursi rodanya. Suaranya dibuat setenang mungkin. “Tapi saya yakin di SS ini punya kelas beasiswa. Apalagi buat pemain seperti Bayu,” kata Heri
“Ya, memang ada. Tapi, seleksinya ketat,” timpalnya
“Tapi, Bapak kan udah liat …”
“Seleksinya dua minggu lagi. Bersiap yang benar. Latihan yang keras. Bakatmu saja tidak akan cukup!” (GdD, hlm. 50-52) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on June 20, 2009 in nukilan dari sebelah

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.