RSS

Category Archives: suara hati

Pernah Menjadi Harap

Pernah suatu kali kau bersumpah
Saat rasamu yang dulu berserak
Menggunung menjadi satu
Menunggu waktu untuk melahar

Hanya rindu tiada jumpa
Hanya tanya tiada jawab
Hanya harap tiada nyata

Resahku kini menjadi
Harapan adalah misteri

Kau perlu tahu
Bahwa misteri ini menjelma menjadi cemas
Bahkan ketakutan yang hinggap melekat

Aku hanya berusaha berdiri
Tiada harap, agar sirna sejenak
Sembari menunggu waktu itu tiba

Ciputat, 2009

 
Leave a comment

Posted by on December 19, 2009 in suara hati

 

Akhirnya Kita Jatuh Bersama

Aku seperti menghitung banyaknya bintang setiap malam terang. Hitungan yang coba aku selesaikan dengan sepuluh jariku. Aku mencoba menghitung dengan cepat namun selalu tidak pernah selesai. Hitungan cepat yang aku harapkan dapat menyelesaikan semua masalah yang saat ini aku hadapi. Selalu menyisakan begitu banyak hal, bahagia, susah, senang, sedih, semua bercampur menjadi satu.
Melihat bintang-bintang seolah waktuku berjalan sangat lama. Sangat panjang. Belum melewatinyapun aku sudah membayangkan betapa lelah dan menyakitkan perjalanan yang bakal dilewati. Menghitung kesepuluh jari-jari tanganku seolah semuanya bakal terlewati dengan begitu cepat. Padahal, memang, begitu lama perjalanan yang sudah aku lewatkan bersamamu. Begitu panjang jalan yang telah kita lewati meninggalkan kerikil-kerikil yang seringkali menghalangi. Sudah terlalu lama aku bertahan, seolah tanpa kau yang menahan. Begitu banyak kenangan yang sudah kita rengkuh bersama. Terlalu banyak sakit yang kita tahan bersama. Pertemuan kita kali pertama adalah luka bagi semua. Semua yang bukan cuma kita, namun ada orang lain juga. Apakah engkau mengingatnya?. Aku selalu tidak pernah dapat lupa akan luka menganga yang dirasakan bersama dalam perbedaan kita.
Kita memang seolah tegar dengan semua. Terlebih diriku yang bersimbah peluh. Terlihat tenang dan menguasai keadaan tanpa orang lain tahu betapa rapuhnya dinding-dinding hatiku. Kau tahu, bahwa aku hanya berusaha untuk terlihat kuat di hadapmu. Bahwasanya aku lemah, engkaupun tak tahu dan mungkin tak berusaha untuk tahu atau bahkan tak mau tahu. Engkau memang selalu tak peduli dengan apapun saat semuanya ingin kau raih. Tak peduli sakit dan perih yang harus aku tanggung. Engkau terlihat menikmati semuanya. Memang aku berusaha bersabar menanti semuanya berubah. Kau katakan bahwa kau telah berubah. Dan aku percaya. Tapi kata memang tak selalu berbanding lurus dengan realita. Bukan aku tak percaya, tapi aku merasa kamu memang tidak pernah mau berubah secara bertahap.
Semua butuh proses, kau katakan demikian. Namun sampai kapan?. Proses juga tidak bisa mengalir seperti air yang tidak berhulu. Air akhirnya ke hulu bukan?. Aku menantimu di hulu, tapi kau seolah tidak pernah mau memenuhi undanganku. Akhirnya waktu yang menjawab semua. Kita memang tidak lagi dapat bertahan bersama. Dan kita akhirnya jatuh bersama. Namun sepertinya akulah yang memendam luka yang lebih dalam darimu. Karena bagiku kaulah yang menjatuhkan kaki-kaki kita yang memang sudah mulai rapuh.

 
1 Comment

Posted by on November 26, 2009 in suara hati

 

Pertemuan yang (tidak) Diharapkan

Datangmu menghentak tiba-tiba

Pergimu berkelebat tak peduli sua

Berharap sua, matapun tak punya kesempatan

 

Aku seperti juga kamu

Mengharapkan pertemuan ini

Saat kata bertemu kata

Jemari kitapun bertaut

Muka bertemu muka

Mata kitapun beradu melepas rindu

Menghempas semua kekalutan

Menerjang semua yang hanya menjadi harapan

 

Menjadi nyata tapi tak terduga

Menjelma tapi seakan tak berwujud

Seperti mimpi

 

03/04-02-2008

 
Leave a comment

Posted by on February 17, 2008 in suara hati

 

Sampai Kapan?

Rindumu mengisi hariku

Rindumu menemani hatiku

Rindumu memenuhi isi kepalaku

Rindumu kadang menyesakkan

Rindumu kadang mengatakan “sampai kapan?”

Juli, 01-2007

 
Leave a comment

Posted by on November 14, 2007 in suara hati

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.