Pendidikan Dalam Jaring-Jaring Kapitalisme Global


Lembaga-lembaga sekolah pada awalnya didirikan sebagai manifestasi pemeliharaan tradisi umat manusia dalam mempertahankan eksistensinya. Masyarakat mendidik generasi-generasi penerusnya lewat lembaga sekolah, mentransfer nilai-nilai, keahlian dan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan sosial maupun alam.

Dunia sekarang sedang memasuki zaman baru yang ditandai dengan globalisasi ekonomi dan menguatnya paham Pasar Bebas. Paham ini telah menggeser visi mulia lembaga pendidikan menjadi sekedar alat untuk mencari keuntungan alias akumulasi kapital yang akhirnya menempatkan pendidikan hanya sebagai komoditi ekonomi. Proses komodifikasi pendidikan (dalam bahasa Mansour Fakih) bisa kita lihat melalui apa yang dilakukan oleh aktor-aktor utamanya yaitu Trans National Corporations (TNCs) dibantu oleh Bank Dunia/IMF melalui kesepakatan yang dibuat di WTO yang menganut paham bahwa pertumbuhan ekonomi hanya bisa dicapai sebagai hasil normal melalui kompetisi bebas. Jadi mekanisme proses ekonomi benar-benar diserahkan pada pasar bebas tanpa campur tangan pemerintah dan negara. Implikasi yang nyata adalah bahwa pemerintah dijauhkan dari campur tangan untuk meregulasi perusahaan-perusahaan swasta. Semua aspek mengalami liberalisasi termasuk di bidang pendidikan. Salah satu yang sangat terasa adalah proses otonomi kampus dan pencabutan subsidi pendidikan karena subisidi pendidikan akan menghambat persaingan bebas dalam bidang pendidikan.

Buku berjudul Kapitalisme Pendidikan karangan Francis Wahono ini mencoba memberikan konsep pendidikan yang memanusiakan dan memerdekaan. Komodifikasi pendidikan sekarang ini cenderung tidak memerdekakan dan memanusiakan. Pendidikan hanya bisa diakses oleh kelas sosial tertentu yaitu kelas yang menikmati kucuran rejeki globalisasi. Pendidikan justru mempertegas demarkasi kelas sosial bukan memfasilitasi mobilitas vertikal antar kelas. Buku ini mencoba mencari solusi untuk menciptakan mekanisme yang sehat dalam penyelenggaraan pendidikan yang mengembalikan pendidikan sebagai tanggung jawab masyarakat bersama bukan tanggung jawab individual. Beberapa tinjauan aspek ekonomi pendidikan dikupas dengan data-data kuantitatif, sebenarnya gue males membaca angka-angka statistik tetapi penting juga untuk melihat data statistik sebagai data penting yang mendukung konsep dan paradigma pendidikan yang berkeadilan sosial. Persoalan degradasi visi pendidikan oleh pengaruh liberalisasi ekonomi harus kita sikapi sama-sama sebagai tanggung jawab bersama bahwa pendidikan seharusnya untuk memanusiakan manusia serta menjunjung tinggi kemanusiaan itu sendiri.

Advertisements

One thought on “Pendidikan Dalam Jaring-Jaring Kapitalisme Global

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s