Relasi Pendidikan dan Kekuasaan

Leave a comment

January 1, 2008 by kamalfuadi


 

 picture-039.jpg

 

Judul Buku                 : Kekuasaan dan Pendidikan; Suatu Tinjauan dari Pespektif Studi Kultural

Penulis                        : H.A.R. Tilaar

Penerbit                      : IndonesiaTera

Tahun Terbit              : 2003

Jumlah Halaman        : 351

 

Ilmu pendidikan modern berpijak pada analisis kebudayaan sebagai tempat praksis pendidikan terjadi. Hal ini dibedakan dengan ilmu pendidikan tradisonal yang bertolak pada peserta didik atau kepada proses yang terjadi (baca: sekolah). Adapun studi kultural merupakan wacana pemikiran yang menyeluruh mengenai kebudayaan suatu masyarakat secara keseluruhan. Studi tersebut meliputi seluruh aspek kehidupan budaya manusia dalam lingkungan masyarakat tertentu, diantaranya proses pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kegiatan-kegiatan kebudayaan lainnya dan bersama-sama bagian kebudayaan lainnya ikut mempengaruhi proses pembentukan kebudayaan.

 

Demikian penulis buku ini berujar mengenai pendidikan dan studi kultural. Kehadiran buku ini melengkapi pemikiran H.A.R. Tilaar dalam bidang pendidikan. Walau sudah mulai termakan usia, Profesor Tilaar merupakan seorang penulis produktif. Beberapa buku tentang pendidikan yang ditulisnya adalah buku dengan konten berbobot dan lumayan berat. Salah satunya adalah buku Kekuasaan dan Pendidikan ini.

 

Ditulis dengan menggunakan pendekatan studi kultural, pembaca akan diajak menyelami pemikiran Gramsci mengenai konsep hegemoni sampai Niccolo Machiaveli. Beberapa pemikir besar lainpun ia hadirkan untuk melengkapi pisau analisis pendidikan. Chomsky, Schopenhaur, John Dewey, Fukuyama, Foucault, Giddens, Giroux, Huntington, merupakan sederetan pemikir yang dijadikan rujukan oleh Tilaar dalam buku ini. Rujukan-rujukan tersebut merupakan bukti keseriusan beliau mendalami dan membaca setiap pemikiran yang muncul.

 

Mengenai konsep kekuasaan dalam hubungannya dengan pendidikan, Tilaar menyatakan bahwa kekuasaan dalam pendidikan adalah kekuasaan yang bersifat transformatif. Tujuannya ialah dalam proses terjadinya hubungan kekuasaan tidak ada bentuk subordinasi antara subjek dengan subjek yang lain. Kekuasaan yang transformatif membangkitkan refleksi, dan refleksi tersebut membangkitkan aksi. Orientasi yang terjadi dalam aksi tersebut merupakan orientasi yang advokatif (hal. 88).

 

Walaupun cukup berat untuk dipahami, pendekatan yang dilakukan oleh Tilaar akan sangat membantu kita dalam memahami relasi kekuasaan dan pendidikan. Pun kita juga akan terbantu dalam menerapkan konsep dan teori kekuasaan dalam pendidikan, dan menghubungkannya dengan realitas yang terjadi di Indonesia mengenai kekuasaan dan pendidikan. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: