Pendidikan adalah Pengajaran Perlawanan

4

January 20, 2009 by kamalfuadi


mendidik

Judul Buku : Guru: Mendidik Itu Melawan

Penulis : Eko Prasetyo

Penerbit : Resist Book

Tahun Terbit : Cetakan II, 2007

Jumlah Halaman : xii+207

Permasalahan mengenai guru dan kesejahteraannya merupakan permasalahan yang tidak kunjung selesai. Berbagai macam solusi sudah ditawarkan dan dilaksanakan, namun tetap saja menyisakan persoalan-persoalan. Pun dengan dikeluarkannya Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 yang mengatur tentang Guru dan Dosen, permasalahan-permasalahan yang diharapkan akan segera mendapatkan solusi tetap belum terselesaikan. Bahkan lebih jauh, kemunculan regulasi dari pemerintah tersebut justru menimbulkan masalah baru. Buku yang ditulis oleh Eko Prasetyo ini, mencoba mendokumentasikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi guru dewasa ini dan mengkritisi peran dan upaya yang dilakukan pemerintah untuk menyelesaikannya.

Eko Prasetyo yang dikenal sangat kritis lewat buku-buku Dilarang Miskin, kembali menghadirkan ungkapan-ungkapan dengan bahasa ringan namun penuh perenungan mendalam mengenai kondisi pendidikan Indonesia di tengah berbagai macam gelombang persoalan. Guru, bagi penulis, merupakan pekerjaan yang sangat mulia. Tokoh-tokoh besar dunia merupakan guru terbaik pada masanya. Pelajaran-pelajaran merekapun hingga kini tetap menjadi panutan dan bahan rujukan. Pun dengan tokoh-tokoh lain yang dimiliki Indonesia seperti Tan Malaka, Ki Hajar Dewantara, Ahmad Dahlan dan Hasyim Asy’ari. Mereka semua adalah orang-orang yang menomorsatukan pendidikan dengan memposisikan diri mereka sebagai guru di tengah-tengah masyrakat.

Memang menjadi suatu persoalan bagi guru sekarang untuk memiliki semangat yang sama seperti apa yang dimiliki oleh pendidik-pendidik zaman dahulu. Keinginan untuk mengejawantahkan kreativitas dalam setiap aktivitas pendidikan, kadang terbelenggu oleh berbagai macam aturan baku yang ditetapkan pemerintah. Maka tak jarang terdapat kejadian mutasi guru hatta pemecatan dengan dalih yang tidak jelas. Persoalan sepelepun kadang menjadi pemicu adanya tindakan represif pemerintah terhadap aktivitas-aktivitas guru. Guru, dalam pandangan penulis buku ini, hampir selalu menjadi objek penindasan.


Maka menjadi suatu keniscayaan bagi guru untuk melawan penindasan. Kini saatnya bagi guru untuk melihat lagi perannya. Kini menjadi momen penting bagi guru untuk membaca ulang pengajaran yang dilakukannya. Bahwa pengajaran bukan hanya transformasi pengetahuan dari otak guru ke otak murid. Namun lebih jauh, pengajaran adalah mengajarkan perlawanan. Pengajaran yang dilakukan oleh guru sudah selayaknya mampu menyiapkan murid yang nantinya tidak lagi mengajarkan model pembelajaran yang menindas pula. Sistem yang akan terus berulang seperti lingkaran setan. Sistem yang selayaknya diajarkan guru adalah sistem yang sangat dekat dengan dengan realitas, bukan sistem yang malah menjauhkan murid dari realitas.

Demikain pesan-pesan yang ingin disampaikan penulis dalam buku ini. Penulis mengharapkan guru tidak mengajarkan murid untuk menjadi koruptor secara tidak langsung. Namun harapan besar penulis adalah bahwa guru mampu melahirkan murid yang memiliki kepekaan dan tanggung jawab sosial. Sungguh tanggung jawab besar memang ada di tangan guru.

4 thoughts on “Pendidikan adalah Pengajaran Perlawanan

  1. Hasan says:

    Guru juga manusia (dua dunia). Yang mengajarkan/mendidikkan nilai2 kejujuran, tanggungjawab, kebaikan, tetapi di luar sekolah harus berhadapan dengan kenyataan yang seringkali bertabrakan dengan yang dia katakan di kelas, termasuk persoalan dasarnya sebagai warga negara yang ingin hidup layak secara ekonomi.
    melihat kondisi seperti ini, Kamal terlalu berlebihan hanya meletakkan harapan terhadap peran Guru…
    **btw, apresiasi untuk semua tulisanmu….ikut seneng ngliat ada org Bjg jadi penulis***

  2. kamalfuadi says:

    thanks Mas, sudah sudi mampir di blog jelek ini. Saya sepakat dengan komentar mas tentang dilema yang dihadapi guru. Saya cuma ingin menyampaikan pesan Eko Prasetyo di dalam buku. Saya sangat mengakui beban berat menjadi guru. Kebetulan saya masih tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Tarbiyah UIN Syarif Hidayatullah. Selama dua semester ini saya disibukkan dengan tetek bengek masalah RPP, Silabus dan akhirnya Micro Teaching. Semester genap ini, saya akan praktek di sekolah selama 4 bulan. Rasanya masih berat mas. Belum juga merasakan beratnya jadi guru. Pendidikan memang bukan hanya ada di atas pundak guru saja. Tapi sekali lagi, menjadi guru itu berat, dan sayang sekali kalau masyarakat dan pemerintah kurang apresiatif terhadap guru. Mohon doa dan petunjuk-petunjuknya mas Hasan.

  3. eno says:

    merdeka, saya sangat setuju dengan tulisan dan buku2 dari resist book maupun eko pujianto yang lain. mungkin inilah oase segar diantara buku2 pop yg menjejali dunioa perbukuan kita

  4. jabro says:

    Aku suka tulisan2 semacam ini, bukan berarti aku anti kemapanan. Aku ingin berjuang untuk para GURU terutama menyangkut gaji & kesejahteraannya, agar mereka bisa mengajar lebih baik lagi.
    Pemerintah dari dulu kan hanya ngomong doang, mau naikkan gaji guru. Memang beberapa naik signifika, tetapi banyak juga yang belum naik, terutama di daerah terpencil. Gimana kalo di balik, pemerintah suruh ngajar di daerah tertinggal dan para guru yang jadi pejabat?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: