The Way of The Bow, Tentang Kerja Keras dan Kecermatan

3

February 6, 2009 by kamalfuadi


the-way-of-the-bowA prayer without a deed is an arrow without a bow-string.

A deed without a prayer is a bow-string without an arrow.

Ella Wheeler Wilcox

(Paulo Coelho, The Way of The Bow)

Busur adalah kehidupan; semua tentang energi. Arah yang akan dituju saat seseorang memutuskan untuk melepaskan anak panah bisa saja berpindah bahkan lenyap. Namun busur tetaplah busur yang ada di tangan. Sebuah busur yang dimiliki seseorang akan berguna jika ia mampu mempergunakannya dengan baik. Busur dengan anak panah akan menjadi bertenaga tatkala digunakan oleh orang yang memang memiliki tangan yang berisi. Untuk menjadi berisi, maka busur dan anak panah harus menjadi bagian dari diri dan pikiran seseorang. Itulah sepenggal kisah tentang busur dan anak panah yang diceritakan Paulo Coelho. Setelah sukses dengan novel The Alchemist, Eleven Minutes, The Devil and Miss Prym, dan lain-lain, Paulo Coelho kembali dengan The Way of The Bow. Sebuah kisah tentang Tetsuya dan anak laki-laki yang minta diajari Tetsuya mengenai cara memanah yang baik. Pada awal cerita, pembaca akan disuguhi cerita tentang Tetsuya dan seorang laki-laki asing yang secara tiba-tiba datang dan mengajak Tetsuya untuk membuktikan bahwa orang asinglah yang lebih baik daripada Tetsuya. Tetsuya diceritakan Paulo Coelho sebagai seseorang yang dikenal orang-orang disekitarnya sebagai pengrajin kayu. Dengan kedatangan laki-laki asing yang telah menempuh perjalanan berhari-hari hanya untuk menemui Tetsuya dan menantangnya dalam urusan memanah, seorang anak menjadi terheran-heran. Bukankah Tetsuya hanyalah seorang pengrajin kayu. Namun dengan bahasa yang sangat sopan, laki-laki tersebut tidak lantas menantangnya dengan penuh emosi. Laki-laki asing menyatakan keinginannya untuk membuktikan hasil latihannya selama ini. Dalam The Way of The Bow, paparan yang lebih dominan adalah tentang bagaimana seharusnya seseorang memanah dengan baik. Dari mulai mempersiapkan busur, anak panah, mengetahui target, postur tubuh yang baik, bagaimana memegang busur, bagaimana memegang anak panah, bagaimana menarik senar busur, bagaimana melihat target, hingga cara bagaimana melepas anak panah dari busurnya. Semua hal yang berbau how to tersebut diceritakan dengan penuh pemaknaan yang mendalam khas Paulo Coelho. Menjelang akhir dari The Way of The Bow, Paulo Coelho lewat tokoh Tetsuya menyatakan bahwa “…..the way of the bow is the way of joy and enthusiasm, of perfection and error, of technique and instinct. But you will only learn this if you keep shooting your arrows….”. The Way of The Bow adalah cerita tentang kerja keras dan kecermatan dalam hidup. Paulo Coelho lagi-lagi menghadirkan kisah manusia lewat metafora yang penuh perenungan. Lalu bagaimana sebenarnya Tetsuya belajar memanah?dan siapa yang mengajarinya tentang cara memanah?. Silahkan membaca sendiri kisahnya.

3 thoughts on “The Way of The Bow, Tentang Kerja Keras dan Kecermatan

  1. Kang Hasan says:

    pinjem kata2 Khalil G, kalau yang jadi anak panah adalah tindak tanduk kita, mana akan kau pilih sebagai busurnya, hati atau fikiran, logika atau keimanan,kesempatan atau kejujuran, sebab manusia selalu terjebak dalam dualitas…
    ***aku selalu penasaran kenapa (banyak) anak2 tarbiyah selalu pinter nulis***
    Wassalam…

    #Salam kang Hasan. Btw kang Hasan ini tegalnya dimana?. wah…kang Hasan selalu datang dengan kata-kata penuh makna, hehehe…aku diingatkan lagi selepas membaca The Way of The Bow..

  2. Nafisah says:

    wah, beli buku nya di mana ya Mas? saya pengen nyari😀

  3. kamalfuadi says:

    Wah, saya belum dapat bukunya. Saya mendownloadnya dari situs pribadi Paulo Coelho.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: