Jangan Kaget dengan Facebook

3

March 1, 2009 by kamalfuadi


Beberapa hari yang lalu, seperti biasa, inbox e mail saya terisi penuh dengan beberapa posting yang berasal dari milis-milis yang saya ikuti. Salah satu yang menarik perhatian adalah e mail yang ditulis oleh seorang dosen. E mail yang ditulisnya berinisial subjek “hati-hati dengan facebook”. Subjek e mail ini menyita perhatian karena penggunaan facebook sebagai salah satu perantara social networking sampai saat ini sedang menjadi pembicaraan di mana-mana. Membaca tulisan tentang facebook mengingatkan saya kepada e mail yang beberapa bulan yang lalu juga pernah mengulas tentang facebook dari sisi politik saat invasi Israel ke Palestina. Dosen tersebut menulis pengalaman salah seorang mahasiswinya yang diteror, entah oleh siapa, gara-gara mahasiswi tersebut mencantumkan secara gamblang dan lengkap mengenai data dirinya pada profil facebook. Kejadian yang menimpa mahasiswi, gara-gara facebook itupun, bertambah dengan “pencurian” dan penyalahgunaan foto-foto mahasiswi. Penyalahgunaan yang memang sebenarnya merupakan resiko. Selesai mendownload beberapa file di internet, saya kemudian mengkopi semua file tersebut ke dalam flashdisk. Sebelum memeriksa semua file hasil download tersebut, perhatian saya tersita kepada salah satu file dengan nama yang agak aneh karena saya merasa tidak pernah menuliskan file dengan nama itu. File dengan extension .html itu akhirnya dengan penasaran saya buka, dan ternyata:

randybluesialan

Foto yang saya lingkari adalah foto saya sendiri yang saya gunakan sebagai profil foto saya di facebook. Foto yang saya coret-coret adalah foto pemeran dalam video-video yang dapat di akses disini. Awalnya saya merasa senang melihat foto saya terpampang di salah satu situs yang entah milik siapa. Namun setelah membaca secara lengkap konten situs tersebut barulah saya mengerti bahwa situs tersebut adalah situs para gay. Upss!. Entah siapa yang telah memajang foto saya. Entah siapa yang telah melakukan perbuatan iseng. Ternyata bukan hanya selebritis dan tokoh yang menjadi sasaran kejahatan di dunia maya. Saya, anda atau siapapun bisa juga menjadi korban. Maka jangan kaget dengan facebook. Berikut isi e mail yang dikirim oleh dosen di salah satu milis:

Bahaya Impersonation
Jangan Umbar Data, Teman dan Foto di Facebook!
Penulis: Donny B.U. – detikinet

Facebooker (dbu)Jakarta  – Jangan terlalu lengkap memasang profil diri dan foto di Facebook! Jangan terlalu gampang berteman di Facebook! Waduh, seruan tersebut tentunya tidak terlalu populer, atau cenderung diabaikan, bagi para Facebooker sejati. Ya memang, karena dengan bergesernya konsep dan ide sebuah pertemanan, maka tak apalah pada kenyataannya kita hanya punya segelintir teman di dunia nyata sepanjang punya berjibun (ratusan, ribuan) teman di situs jejaring sosial.

Seolah-olah dengan demikian keeksisan Anda
adalah seberapa banyak teman yang dimiliki. Padahal dengan semakin banyak teman, yang kadang hanya teman sekedar kenal atau bahkan tak ingat lagi siapa dia atau bertemu dimana, maka semakin rentan terekspos data diri kita ke pihak-pihak di luar kontrol kita.

Walhasil, dengan demikian Anda akan semakin mudah menjadi korban ‘impersonation’ .

Kasus

Tulisan ini sengaja saya buat dan saya titipkan ke detikINET, karena ada satu kasus yang langsung menimpa salah satu mahasiswi saya di sebuah perguruan tinggi swasta tempat saya mengajar. Si mahasiswi tersebut belum lama berselang mengadukan kisahnya kepada saya bahwa hampir tiap saat dirinya melalui ponsel dihubungi orang yang tidak dikenal, bahkan di tengah malam sekalipun.

Setelah saya gali informasi lebih lanjut, ternyata saya temukan bahwa data dirinya di Facebook, entah oleh siapa, di-copy dan dijadikan sebuah blog di Blogspot.com. Blog tersebut seolah-olah dikelola langsung oleh si mahasiswi tersebut. Inilah yang disebut dengan kasus ‘impersonation’

Bahkan si pelaku (impersonator) , memindahkan sebagian foto-foto si mahasiswi tadi dari Facebook ke sebuah situs penyimpanan foto gratisan, imageshack .us. Isi blog tersebut, cenderung berupa pencemaran nama baik dan melecehkan martabatnyat sebagai wanita.

Celakanya lagi, di blog tersebut dicantumkan pula nomor ponsel yang sehari-hari digunakan oleh mahasiswi tersebut. Maka, hampir tiap saat dia harus menjelaskan bahwa dirinya bukanlah seperti apa yang tertulis di blog pada setiap penelpon yang masuk.

Penyelesaian

Kasus ini agak
rumit, karena tempat si impersonator meletakkan data-data dan foto-fotonya berada di luar ranah Indonesia. Tetapi upaya tetap harus dilakukan. Di blogspot.com atau blogger.com, ada fasilitas untuk melakukan ‘flag blog’, dengan pilihan ‘impersonation’ . Kita harus meng-attached  hasil scan KTP atau SIM yang dapat membuktikan bahwa kita adalah korban dari pelaku impersonation.

Setelah kita men-submit, maka kita tinggal menunggu keputusan dari pengelola layanan blog tersebut untuk mencabut atau menghapus alamat blog yang menjadi keberatan kita.

Pun setali tiga uang dengan foto-foto yang terlanjur tersimpan di imageshack. Ada fitur untuk melaporkan dan meminta penghapusan foto-foto yang kita anggap materi berhak cipta, mengandung unsur pornografi ataupun kekerasan. Asumsinya, foto yang diambil dari akun Facebook kita tanpa seijin kita, adalah foto yang melanggar hak
cipta.

Pencegahan

Agar kasus tersebut tidak terulang kepada siapapun, maka ada baiknya langkah-langkah pencegahan berikut ini bisa dijalankan ketika di dunia Facebook:

1). Jangan terlalu lengkap memasang profil atau data diri di Facebook. Tentunya semakin lengkap profil/data diri terpasang, semakin mudah mendapatkan teman. Tetapi di sisi lain, semakin beresiko pula data diri kita disalah-gunakan (abused)

2). Jangan memasang foto-foto diri Anda yang sekiranya Anda sendiri tidak akan merasa nyaman apabila foto tersebut tersebarluaskan secara bebas. Ingatlah, walau foto tersebut “hanya” diposting di akun Facebook Anda, sebenarnya itu sama saja dengan menyebarlukaskan foto tersebut ke publik. Sekali terposting dan tersebar, maka sangat sulit (dan nyaris mustahil) Anda bisa mencabut foto Anda dari Internet. Maka, selektiflah dalam berpose dan memposting foto Anda.

3). Jangan sembarangan
‘add friend’ atau melakukan approval  atas permintaan seseorang untuk menjadi teman Anda. Cara memilah dan memilihnya mudah, yaitu lihat saja berapa jumlah “mutual friends” antara Anda dengan seseorang tersebut. Semakin sedikit “mutual friends”-nya, berarti semakin sedikit teman-teman Anda yang kenal dengan dirinya, yang berarti semakin beresiko tinggi. Pastikan Anda hanya menerima “pertemanan” yang “mutual friends”-nya cukup banyak.

4). Jangan sembarangan menerima tag photo. Bolehlah kita “banci tagging” , tetapi berupayalah lebih selektif. Artinya, sekali Anda terjun ke Facebook, rajin-rajinlah memeriksa “keadaan sekeliling”. Karena kita kadang menemukan foto diri kita yang di-upload dan di-tag oleh orang lain, padahal kita tidak suka foto tersebut disebarluaskan. Segera saja kita “untag” diri kita dari foto tersebut dan kalau perlu minta teman kita yang melakukan upload
foto tersebut untuk mencabutnya.

5). Jangan tunda-tunda, ketika Anda menemukan data atau profil Anda digunakan oleh pihak lain untuk hal-hal di luar kontrol Anda, segeralah bertindak. Membiarkannya, justru akan membuatnya makin berlarut dan berdampak destruktif, setidaknya untuk kenyamanan diri sendiri. Laporkan langsung ke pengelola layanan tempat kejadian ‘impersonation’ , untuk segera mencabut informasi aspal (asli tapi palsu) tersebut. Atau, mintalah bantuan pada orang atau pihak yang sekiranya bisa atau paham bagaimana mengatasi hal di atas.

*) Penulis, Donny B.U., adalah penggiat kampanye “Be Wise While Online” dalam programInternet Sehat – ICT Watch. Untuk artikel terkait lainnya, dapat dibaca dihttp://www. ictwatch. com/internetseha t atau http://www.internet sehat.org

3 thoughts on “Jangan Kaget dengan Facebook

  1. uut says:

    Mal… potomu udah menyebar yaw? Wuih… situse opo? Sopo ngerti ada yang mau pesen… hehehhe.. kidding bro

    #iyo ki sif wis nyebar, gak popo lah….nek meh donlot buka new release video di situsnya, kwkwkwkw…

  2. Wah mal, nice info…

    Jadi tauk istilah impersonator, aq tauk nek ada kjhtn seperti itu, tapi br tau namanya skrg…

    Btw fotomu bnrn masuk web gay y???

    Cara ngelacaknya gmn tuh??? Wah turut berduka mal, semoga di balas sama yang diatas…

    #iya, ternyata ada di donlotan video new release, kikikikik….gak sengaja nemunya. Tampangku emang menjual?

  3. sidiqnugroho says:

    mo punyA facebook jadi mikir-mikir maning!
    dasar…lgi2 dunia maya hanya permainan segelintir orang..

    #ngapain mikir2?masih banyak hal positifnya kok, kalo dibajak orang ya resiko punya tampang kayak aku lho diq!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: