Dari Pusat Menuju Perbatasan

10

May 10, 2012 by kamalfuadi


Akhir tahun 2011 saya mendatangi Entikong, salah satu wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia. Kedatangan saya ke Entikong merupakan bagian dari tugas penelitian “Madrasah di Daerah Khusus” Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Balitbang dan Diklat Kementerian Agama RI. (Mengenai hasil penelitian Madrasah di Daerah Khusus saya sajikan dalam tulisan lain).

Perjalanan menuju Entikong saya tempuh melalui perjalanan udara dari Bandara Internasional Soekarno Hatta menuju Bandara Supadio Pontianak. Perjalanan udara Jakarta-Pontianak memakan waktu kurang lebih 1 jam. Dari Bandara Supadio menuju hotel terdekat menempuh waktu perjalanan 30 menit menggunakan taksi. Dari Pontianak menuju Entikong, perjalanan ditempuh dengan jalur darat menggunakan jasa travel (di Pontianak, mobil yang digunakan untuk travel juga disebut taksi). Perjalanan Pontianak-Entikong juga dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan umum berupa bis. Dengan waktu perjalanan yang lumayan lama, sekitar 7 jam, perjalanan dari Pontianak menuju Entikong lebih nyaman menggunakan jasa travel.

Suasana Pontianak tidak jauh dari Jakarta, sama-sama panas tetapi tidak macet. Pontianak dibelah olah salah satu sungai terbesar di Kalimantan, yaitu Sungai Kapuas. Sungai-sungai di Kalimantan cukup banyak. Maka tak heran jika Kalimantan mendapat sebutan “Pulau Seribu Sungai”.

Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, jalur darat menuju Entikong adalah jalur darat dengan kondisi jalan yang bagus. Jalur ini oleh masyarakat setempat disebut dengan “Jalan Provinsi”.

Dengan jatah waktu penelitian yang tidak banyak, saya tidak banyak melakukan penelusuran (lebih tepatnya jalan-jalan) di Kota Pontianak. Salah satu objek wisata yang saya kunjungi di kota ini adalah Tugu Khatulistiwa yang menandakan bahwa Pontianak dilewati garis khatulistiwa.

Kembali ke Entikong. Bertolak dari jantung Pontianak, saya tidak langsung menuju Entikong. Karena saya sudah membuat janji dengan orang di Kabupaten Sanggau, saya langsung menuju Sanggau. Perjalanan menuju Sanggau saya tempuh menggunakan jasa travel memakan waktu selama kurang lebih 6 jam. Karena harus menyesuaikan dengan jadwal keberangkatan travel, keberangkatan menuju Sanggau baru terlaksana pada jam 19.00. Dan akhirnya, pada jam 01.00 saya sampai di Sanggau. Perjalanan yang cukup melelahkan, melawati hutan-hutan Kalimantan dan kondisi jalan yang cukup parah. Saya pun menginap di salah satu hotel (hotel apa losmen ya itu?) di Sanggau. Baru pada keesekoan harinya selepas sarapan saya langsung menuju Entikong menggunakan bis.

Perjalanan dari Sanggau menuju Entikong membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam. Bis yang saya tumpangi hampir mirip dengan Kopaja di Jakarta namun tidak dalam kondisi berdesak-desakan seperti Kopaja 510 Ciputat-Kampung Rambutan. Hari itu cuaca cerah dan lumayan panas.

Akhirnya saya sampai di pemberhentian terakhir bis. Perjalanan menuju Entikong masih harus saya tempuh menggunakan angkutan kota (angkot). Setelah perjalanan selama 30 menit, saya pun sampai di Entikong. Dari tempat turun angkot, saya langsung mencari lokasi penelitian. Selamat datang perbatasan negara.

10 thoughts on “Dari Pusat Menuju Perbatasan

  1. aku berharap bisa ke sana ke kalbar, disana seperti apa? kata seseorang yg disana masih bnyak hutan nya ya…aku ingin ke sana, sanggau, entikong, dan sambas…🙂 ^_^

  2. Suatu hari nanti aku insyaallah kan kesana menepati sebuah janji🙂 ingin kesana..hehehe

  3. kamalfuadi says:

    semoga bisa segera ke sana ya, aamiin🙂

  4. kamalfuadi says:

    Akses menuju entikong sangat mudah karena menggunakan jalur provinsi dan negara. Hutan sangat lebat. Suatu saat harus ke sana biar tahu kondisi masyarakat perbatasan.

  5. diani says:

    kalo dari singkawang ke entikong tuh… kira2 berapa jam ya?

  6. iya ada aa sha ku disana, sekarag dia tugas di Entikong, tadinya di sanggau… aku ingin ksn…insyaallah🙂

  7. kak, kirim alamat twitter ya, mau aku follow🙂 terima kasih kak

  8. kamalfuadi says:

    sip, follow @fuadikamal ya🙂

  9. kamalfuadi says:

    Kira-kira 7-8 jam perjalanan

  10. ok kak, terima kasih🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: