Menentukan Arah dan Masa Depan Pendidikan Nasional*

Leave a comment

November 18, 2012 by kamalfuadi


*Dimuat di Koran Jakarta, Selasa 20 November 2012

Banyak tokoh di negeri ini yang memiliki konsen serius tentang pendidikan. Salah satunya HAR Tilaar. Untuk menghormatinya, sejumlah tokoh menulis artikel dalam rangka ulang tahun dasawindunya. Mereka mengupas situasi belajar-mengajar yang sampai dewasa ini belum menemukan titik jelas arah.

Dalam buku ini termuat karya 26 artikel tentang arah dan masa depan pendidikan nasional. Secara umum, para penulis melihat bahwa pendidikan nasional hingga saat ini berada di persimpangan jalan. Mereka mencoba memberi alternatif solusi bagi persoalan tersebut.
Tulisan-tulisan dalam buku dibagi ke dalam dua kelompok, yakni tentang hidup dan pemikiran Tilaar yang banyak didedikasikan untuk pendidikan dan persoalan-persoalan pendidikan yang ditelaah dari berbagai perspektif.

Walaupun terdapat penulis yang pesimistis, di sisi lain ada juga pandangan yang optimistis tentang masa depan pendidikan Indonesia. Di tengah berbagai persoalan yang menerpa dunia pendidikan, para penulis mengkritik dan memberi solusi konstruktif.

Mengenai hidup dan pemikiran Tilaar, Darmaningtyas menyajikan satu-satunya tulisan dalam buku ini sebagai hasil diskusi langsung dengan Tilaar. Darmaningtyas menemukan arus pemikiran yang berbeda pada diri Tilaar, yang dimulai dari konservatif, konstruktif, dan kemudian (saat ini) berada pada arus kritis (halaman 39-58).

Arus pemikiran tersebut secara runtut disajikan Darmaningtyas berdasarkan pembacaan terhadap hasil karya (buku-buku) yang ditulis Tilaar sejak tahun 1970-an. Pilihan Tilaar untuk menjadi kritis tersebut sangat ideologis. Hal itu terlihat dari kutipan-kutipan yang diambil Tilaar dari tokoh-tokoh pendidikan kritis, seperti Paulo Freire, Henry Giroux, Everett Reimer, Ki Hadjar Dewantara, dan YB Mangunwijaya.

Dari pilihan ideologi pendidikan kritis, Tilaar membawa pendidikan ke dalam persoalan yang sangat mendasar, yang tidak hanya persoalan manajerial. Dia memandang bahwa pendidikan adalah hak asasi manusia dan proses. Menurut dia, sistem pendidikan nasional harus berlandaskan pada amanat UUD 1945, yakni negara bertanggung jawab untuk mencerdaskan bangsa.

Tilaar melihat pendidikan sebagai entitas yang multiperspektif. Gambaran tersebut terlihat dari beberapa tulisan. Mantan Rektor UIN, Azyumardi Azra, misalnya, menyoroti pemikiran pendidikan multikultural yang banyak digagas Tilaar. Riant Nugroho mengulas sisi pemikiran pendidikan entrepreneurship yang tidak banyak diulas. Kemudian, M Sastrapratedja SJ, menjadikan pendidikan humaniora sebagai pemikiran penting Tilaar.

Di saat guru-guru besar lain tidak banyak menyampaikan gagasan-gagasan, terutama dalam bentuk buku, Tilaar justru terus produktif menyampaikan ide-ide kritis tentang pendidikan. Dunia pendidikan terus memerlukan kritik agar semakin menemukan bentuknya. Masukan dari berbagai tokoh diharapkan mampu menambah khasanah metode dan pemikiran mengenai arah masa depan pendidikan nasional.

Diresensi Kamal Fuadi, Mahasiswa Universitas Indonesia.

Judul : 10 Windu HAR Tilaar Pendidikan Nasional: Arah ke Mana?
Penyunting : Sutjipto
Penerbit : Kompas
Cetakan : Pertama, 2012
Tebal : x 318 halaman
Harga : Rp 57.000
ISBN : 978-979-709-654-0

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: