Menjelajahi Museum Jawa Barat dan Banten

Leave a comment

November 5, 2014 by kamalfuadi


Barangkali tidak a31 MUSEUM JAWA BARAT-BANTENda yang pernah mencoba untuk menghitung jumlah sekaligus mengumpulkan data secara lengkap museum yang terdapat di Jawa Barat dan Banten. Hal ini dimaklumi karena museum bukan menjadi pilihan utama tempat kunjungan wisata dalam daftar tempat wisata sebagian besar orang. Rata-rata orang lebih memilih berkunjung ke tempat wisata lainnya dibanding berkunjung ke museum. Bahkan museum sering dianggap bukan bagian dari tempat wisata. Ia adalah tempat yang berkaitan dengan penelitian, belajar,  dan hal-hal serius lainnya. Hanya peneliti dan pelajar saja yang mengunjungi museum untuk keperluan penelitian dan tugas sekolah.

Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Edi Dimyati penulis buku “31 Museum Jawa Barat+Banten”. Di sela-sela kesibukannya sebagai redaktur salah satu majalah kenamaan di Ibukota, ia meluangkan waktu untuk berwisata, belajar, dan mendokumentasikan museum-museum yang ada di Jawa Barat dan Banten. Sebelumnya ia telah merampungkan pendokumentasian museum-museum di DKI Jakarta melalui buku berjudul “47 Museum Jakarta” (Gramedia, 2010).

Jika sebagian besar orang menganggap berkunjung ke museum adalah hal yang membosankan, bagi penulis buku ini berkunjung ke museum justru menjadi hal menyenangkan. Banyak informasi historis dapat dipelajari dan didapatkan dari museum.  

Agar museum dapat menarik minat pengunjung, penulis memberikan beberapa saran yaitu agar pengelola museum menciptakan rasa penasaran agar masyarakat tertarik berkunjung ke museum. Pengelola museum juga perlu menyediakan sarana yang mampu menampung kreativitas masyarakat. Agar dapat menarik kalangan peneliti dan akademisi, penulis menyarankan agar museum dapat menjadi pusat studi. Jika museum dianggap bukan sebagai tempat wisata bagi sebagian besar orang, maka museum perlu menjadi sarana rekreasi bagi masyarakat. Selain itu, hendaknya museum menjadi sarana bagi anak muda kreatif untuk berinovasi (hal. 8).

Beberapa museum di Jawa Barat dan Banten sudah melakukan berbagai inovasi untuk menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke museum. Museum Benteng Heritage yang merupakan satu-satunya museum Tionghoa dan pertama di Indonesia ini menyuguhkan permainan pintu misteri. Museum Geologi di Bandung menyediakan games bebatuan untuk pengunjung.

Selain inovasi yang dilakukan tersebut, harga tiket masuk ke museum pun bisa dibilang tidak mahal. Harga tiket masuk ke museum sangat bervariasi. Terdapat museum yang mematok harga tiket mulai dari Rp. 1000,-  hingga Rp. 20.000,-. Terdapat pula museum yang tidak mematok harga tiket namun meminta pengunjung secara sukarela. Bahkan beberapa museum menggratiskan biaya masuk ke museum.

Sebanyak 31 museum di Jawa Barat dan Banten disajikan melalui deskripsi singkat penulis lengkap dengan foto-foto menarik. Selain itu, penulis juga mencantumkan informasi mengenai alamat, nomor telepon, jam buka, dan harga tiket masuk ke museum.

31 museum di Jawa Barat dan Banten ini oleh penulis diklasifikasikan menjadi 6 jenis museum, yaitu museum flora dan fauna, museum iptek, museum militer, museum sejarah, dan museum seni dan budaya. Semua museum tersebut tersebar di 12 wilayah Kabupaten/Kota di Jawa Barat dan 2 wilayah Kabupaten/Kota di Banten. Bogor, Bandung, dan Sukabumi adalah 3 wilayah di Jawa Barat yang memiliki jumlah museum lebih banyak dibanding wilayah lainnya yang masing-masing hanya memiliki 1 museum. Sedangkan museum yang ada di Banten berjumlah 4 museum yang terdapat di Tangerang dan Serang.

Dari seluruh museum yang ada di Jawa Barat dan Banten, terdapat museum yang merupakan warisan zaman kolonial, museum yang pendiriannya diinisiasi oleh pribadi, dan museum yang didirikan oleh pemerintah.

Museum Tanah yang terletak di seberang Kebun Raya Bogor adalah contoh museum warisan pemerintahan Belanda yang didirikan pada tahun 1905. Adapun museum yang pendiriannya diinisiasi oleh pribadi misalnya Museum Sepeda. Museum ini didirikan oleh Fauna Sukma Prayoga untuk mengenang kunjungannya berkeliling ke 87 negara dengan menaiki sepeda. Museum lain yang juga dibangun oleh pribadi yaitu Museum Sejarah Sunda Prabu Siliwangi di Sukabumi. Museum ini digagas oleh M. Fajar Laksana. Butuh waktu 15 tahun baginya untuk membangun museum yang menyimpan koleksi bersejarah Kerajaan Siliwangi. Museum lainnya sengaja dibangun oleh pemerintah untuk menyimpan benda-benda yang memiliki nilai sejarah dan kaya informasi.

Buku ini memang hanya mendeskripsikan fakta-fakta menarik dan sejarah singkat tiap-tiap museum di Jawa Barat dan Banten. Gambaran singkat dalam buku ini dapat menjadi semacam panduan bagi orang-orang yang ingin mengetahui museum apa saja yang terdapat di Jawa Barat dan Banten. Penulis menyatakan bahwa buku ini menjadi media penghubung kepingan masa lalu yang tersusun menjadi mozaik yang berharga dan memberikan pesan untuk dipelajari oleh generasi penerus.

Judul             : 31 Museum Jawa Barat+Banten

Penulis          : Edi Dimyati

Penerbit         : Gramedia

Terbit             : 2014

Tebal             : 230 halaman

Harga             : Rp. 88.000,-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: