Babak Baru KNPI Tegal

Leave a comment

September 21, 2015 by kamalfuadi


Kepengurusan baru Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tegal 2015-2018 telah resmi dilantik pada Rabu, 16 September 2015. Di bawah komando Ketua Umum Syamsul Falah, kepengurusan KNPI ini adalah kepengurusan dengan wajah baru. Tampuk kepemimpinan KNPI yang sebelumnya berada di tangan birokrat kini beralih ke tangan non birokrat.

Wajah baru ini bukan hanya ada di tingkatan pimpinan. Kepengurusan KNPI didominasi oleh pemuda-pemuda yang secara usia berada di bawah 30 tahun. Usia definitif pemuda sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.

Peralihan kepemimpinan pemuda dari birokrat ke non birokrat dan wajah-wajah muda yang mengisi kepengurusan merupakan komposisi yang digadang-gadang mampu menjadi harapan baru masa depan pembangunan kepemudaan di Kabupaten Tegal. 

Kategori Sosial Pemuda

Realitas perjalanan bangsa Indonesia sejak sebelum kermerdekaan hingga kini telah mencatat pemuda sebagai kekuatan yang mendorong perubahan besar. Pemuda Indonesia senantiasa menjadi pemimpin dan pelopor bangsa dalam berbagai tahap perjuangan. Mereka memiliki pandangan jauh ke depan melampaui batas zaman, mencita-citakan negara Indonesia yang kita warisi sekarang ini.

Pembangunan kepemudaan akan tergantung pada sejauh mana pemuda mampu mengelola political capital, economic capital, dan socio-cultural capital yang dimiliki. Maka sebelum pemuda berkiprah dengan menunjukkan kepemimpinan dan kepeloporan, mereka diharapkan memiliki kapasitas dan kemampuan yang mumpuni dalam menghadapi setiap persoalan bangsa. Organisasi kepemudaan menjadi salah satu medium yang dapat dimanfaatkan untuk menempa kapasitas dan kompetensi pemuda.

Sebagai organisasi perpanjangan pemerintah pemuda-pemuda yang tergabung dalam KNPI seringkali dipertanyakan independensi dan kritisismenya. Ketergantungan KNPI kepada pemerintah menjadikan pemuda yang ada di dalamnya menjadi gamang dalam melangkah dan menentukan arah dirinya dan organisasi. Pandangan tersebut bertambah dan bahkan menjadi stigma di masyarakat karena fenomena organisasi kepemudaan yang selama ini mengemuka terkesan lebih kental nuansa politik praktis semata. Sementara pembangunan kepemudaan dalam arti sebenarnya menjadi hal yang terabaikan.

Untuk itu perlu kiranya untuk meletakkan kembali peran pemuda untuk lebih banyak melibatkan diri dalam kegiatan sosial ketimbang keterlibatan politik. Dengan upaya ini diharapkan dapat mendorong premis pemuda sebagai kategori sosial (social category). Keterlibatan sosial akan lebih menjamin keberlanjutan pembangunan sekaligus merupakan pemberdayaan pemuda pada satu sisi dan kepemimpinan pemuda pada sisi lain dalam jangka panjang.  

UU Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan dengan tegas menyebutkan bahwa organisasi kepemudaan adalah wadah pengembangan potensi pemuda yang berfungsi untuk mendukung kepentingan nasional, memberdayakan potensi, serta mengembangkan kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepeloporan. Dalam UU ini terdapat tiga ranah pilar pembangunan kepemudaan yang harus menjadi konsen KNPI.

Pembangunan Kepemudaan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2013 jumlah pemuda mencapai 62,6 juta orang. Postur demografi ini berarti bahwa hampir dari seperempat penduduk Indonesia berisi pemuda. Dalam rentang 2015-2035 Indonesia diproyeksikan mengalami bonus demografi. Pada rentang tahun ini jumlah penduduk usia kerja (15-64 tahun) akan mencapai 70%. Sisanya 30% adalah penduduk tidak produktif. Oleh karena itu dalam pembicaraan mengenai masa depan bangsa, pemuda harus menjadi subjek utama pembangunan.

Pembangunan kepemudaan merupakan upaya penting dalam mendukung pencapaian pembangunan sumber daya manusia. Pentingnya pembangunan sumberdaya manusia seringkali terkait dengan fakta, bahwa prestasi pembangunan manusia Indonesia yang direpresentasikan dalam Human Development Index (HDI)/Indeks Pembangunan Manusia (IPM) relatif masih kurang baik dibandingkan negara-negara lain.

Sebagai upaya untuk mengedepankan pemuda sebagai kategori sosial demi pembangunan kepemudaan dan pembangunan bangsa maka pertama, pemerintah Kabupaten Tegal perlu melakukan intervensi kebijakan yang tepat melalui political will bidang kepemudaan yang terukur dan visioner. Pola pembangunan bidang kepemudaan harus secara sistematis dirancang, melibatkan lintas bidang, dan dilaksanakan dengan menerapkan prinsip berkelanjutan (sustainability).

Kedua, KNPI sebagai organisasi kepemudaan kepanjangan tangan dari pemerintah harus berposisi menjadi mitra kritis pemerintah. KNPI harus benar-benar memerankan fungsi checks and balances bagi setiap kebijakan pemerintah daerah. Selain itu, diharapkan KNPI dan program-programnya tidak hanya menjadi komplemen dari program yang dirancang oleh pemerintah. Program pembangunan kepemudaan harus menjadi formula yang tersusun melalui pola top down dan bottom up agar dapat saling melengkapi.

Ketiga, dalam rangka mengembangkan kepemimpinan dan kepeloporan, KNPI perlu mengembangkan societal corporatism, yaitu pemberdayaan civil society dan economic society serta professional community. Pada saat yang sama, KNPI juga perlu mengembangkan state corporatism, yaitu pola pengorganisasian yang berbasis pada semangat menguatkan kembali negara-bangsa (state) (Umar: 2008).

Dengan intervensi kebijakan pemerintah yang tepat dalam pembangunan kepemudaan dan pemahaman mengenai posisi KNPI diharapkan baik pemerintah maupun KNPI dapat bersama-sama menjadi mitra yang dapat menyusun peta jalan pembangunan kepemudaan dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kepemudaan dan pembangunan daerah. Selamat menyongsong babak baru KNPI Kab. Tegal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: