Babak Baru KNPI Tegal


Kepengurusan baru Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tegal 2015-2018 telah resmi dilantik pada Rabu, 16 September 2015. Di bawah komando Ketua Umum Syamsul Falah, kepengurusan KNPI ini adalah kepengurusan dengan wajah baru. Tampuk kepemimpinan KNPI yang sebelumnya berada di tangan birokrat kini beralih ke tangan non birokrat.

Wajah baru ini bukan hanya ada di tingkatan pimpinan. Kepengurusan KNPI didominasi oleh pemuda-pemuda yang secara usia berada di bawah 30 tahun. Usia definitif pemuda sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.

Peralihan kepemimpinan pemuda dari birokrat ke non birokrat dan wajah-wajah muda yang mengisi kepengurusan merupakan komposisi yang digadang-gadang mampu menjadi harapan baru masa depan pembangunan kepemudaan di Kabupaten Tegal.  Continue reading

Wajah Tegal dalam Kartu Pos


image1 (1) image1

Pada Juni 2015 terbit buku berjudul “Kota di Djawa Tempo Doeloe” karya Olivier Johannes Raap yang diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia (KPG).  Kelahiran buku ini didasari oleh koleksi kartu pos pribadi milik Olivier pada periode1900-1950. Pada 2013 telah terbit 2 buku berjudul “Pekerdja di Djawa TempoDoeloe” dan “Soeka Doeka di Djawa Tempoe Doeloe” yang juga menggunakan kartu pos sebagai media dokumentasi.

Kartu-kartu pos milik Olivier didapatkan dari berbagai sumber. Ada yang didapatkan dari hasil tukar menukar dengan kolektor lain, pasar loak, toko barang bekas, pasar buku, bursa filateli, lelang internet, dan pedagang khusus. Buku setebal 340 halaman ini menampilkan sebanyak 277 kartu pos koleksi Olivier akan mengajak pembaca pada sejarah 44 kota di Jawa. Kartu pos yang ditampilkan dalam buku disertai dengan penjelasan singkat foto.

Salah satu kota yang disebutkan dalam buku ini adalah Tegal. Dalam buku ini Tegal ditampilkan sebanyak 3 kali. Lokasi di Tegal yang disebutkan dalam buku ini yaitu Benteng Tegal, Pasar Sore, dan Kantor Tol. Secara berurutan ketiga lokasi tersebut, sebagaimana ditulis Olivier, adalah sebagai berikut: Continue reading

Komunitas Literasi Tiga Surau


Tiga Surau adalah nama dari komunitas literasi yang pendiriannya diinisasi oleh pemuda Desa Tuwel pada 20 November 2012. Komunitas ini beralamat di Mushalla Nurus Shobah lantai 1 Dukuh Tere Tuwel Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal. Aktivitas literasi Tiga Surau diwujudkan melalui pendirian Taman Baca Masyarakat (TBM) bernama Tiga Surau. Remaja dan pemuda di Tuwel ingin agar aktivitas belajar masyarakat tidak berhenti saat sudah lulus dari sekolah. Pemuda yang bergiat di TBM Tiga Surau yakin bahwa selama ini bukan minat baca masyarakat yang rendah, namun akses untuk mendapatkan buku masih sulit. Untuk itulah TBM Tiga Surau hadir agar masyarakat dapat mengakses buku-buku dan bahan bacaan lain sebagai salah satu sumber belajar.

Sejak didirikan TBM Tiga Surau telah memiliki anggota terdaftar sebanyak 272 orang yang terdiri dari anak-anak hingga dewasa. Mereka biasa berkunjung ke TBM Tiga Surau pada saat hari dan jam buka TBM Tiga Surau yaitu Jum’at siang pukul 14.00-17.00 dan Minggu pagi pukul 09.00-14.00. Pada saat jam operasional, jumlah pengunjung TBM biasanya mencapai 15-20 orang. Koleksi buku TBM Tiga Surau sendiri hingga kini mencapai 1500an buku dengan tema dan judul yang beragam.

Tiga Surau, TegalLayaknya perpustakaan pada umumnya, TBM Tiga Surau melayani peminjaman buku dengan cuma-cuma alias gratis. Namun denda tetap dikenakan jika terlambat mengembalikan agar peminjam disiplin dalam mengembalikan buku.. Agar dapat menarik masyarakat untuk gemar membaca, TBM Tiga Surau mengadakan kegiatan lain selain peminjaman buku, misalnya lomba-lomba untuk anak-anak, pelatihan-pelatihan untuk remaja dan pemuda, dan pemutaran film-film edukasi setiap sebulan sekali.

TBM Tiga Surau sendiri telah dikunjungi oleh tamu dari berbagai kalangan. Mulai dari komunitas mahasiswa yang berasal dari Tegal dan luar Tegal, Bupati Tegal Ki Enthus Susmono, hingga beberapa artis dan tokoh nasional seperti Fadly vokalis band PADI, Anji eks vokalis DRIVE, Baron, KH. Cholil Nafis, Ph.D (PBNU), dan Zastrouw El Ngatawi (LESBUMI PBNU).

Email              : tigasurau@yahoo.com

Facebook         : Taman Baca Masyarakat Tiga-Surau

Twitter            : @tigasurau

Path                : TBM Tiga Surau

Instagram        : tamanbaca3surau

Tumblr             : www.tigasurau.tumblr.com

Blog                 : www.komunitastigasurau.blogspot.com

HP                    : 087730808740/081381875587 (WA available)

Artikel ini dimuat di Info Tegal

Menggagas Gerakan Literasi Warga


Studi dan survei mengenai tingkat literasi dan minat membaca di Indonesia telah beberapa kali dilakukan. Studi dan survei tersebut hampir selalu menunjukkan hasil yang sama, memosisikan Indonesia dalam peringkat rendah.

Dalam rilis hasil survei terakhir Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) tahun 2011, disebutkan bahwa Indonesia menempati posisi 41 dari 45 negara. Laporan studi Programme for International Student Assessment (PISA) 2012 menyatakan bahwa peringkat pendidikan Indonesia, terutama di bidang matematika, sains, dan membaca berada pada urutan ke-64 dari 65 negara. Statistik UNESCO tahun 2012 menyebutkan bahwa indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya, setiap 1.000 penduduk, hanya 1 orang saja yang memiliki minat baca. Angka UNDP juga mengejutkan bahwa angka melek huruf orang dewasa di Indonesia hanya 65,5 persen saja. Sedangkan Malaysia sudah 86,4 persen.

Hasil studi dan survei tersebut masih belum ditambah dengan hasil studi lain seperti Human Development Index (HDI) dan Trends in International Mathematic and Science Study (TIMSS) yang secara tidak langsung juga dapat mendukung temuan mengenai rendahnya tingkat literasi dan minat membaca di Indonesia. Apakah memang benar tingkat literasi dan minat membaca di Indonesia sedemikian rendah?. Continue reading

Everett Reimer dan School Is Dead (Part 2)


Untuk tulisan dengan judul sama di blog ini silakan baca di sini.

Akhirnya saya menemukan link download ebook berjudul “School Is Dead” karya Everett Reimer. Sudah beberapa kali saya mencari buku ini (yang berbahasa Inggris). Tahun 2009 saya menemukan buku terjemahan “School Is Dead” di salah satu toko buku bekas langganan di samping kampus.

Agak susah memahami karya terjemahan yang terjemahannya sangat dimungkinkan terdapat kekurangan dan kesalahan. Bahkan dimungkinkan juga terdapat reduksi dari substansi bahasa aslinya. Sepertinya lebih baik bingung membaca buku bahasa Inggrisnya daripada bingung membaca buku terjemahannya :D.

Teman-teman yang ingin mendapatkan ebook “School Is Dead” karya Everett Reimer silakan diunduh di sini atau di sini

Ivan Illich dan Deschooling Society


Beberapa hari yang lalu saya menemukan (lagi) link download ebook berjudul “Deschooling Society” karya Ivan Illich. Beberapa tahun lalu kira-kira tahun 2007 saya pernah memposting link download ebook tersebut di blog ini. Namun ternyata link tersebut tidak bertahan lama. Website yang memuat ebook itu entah hilang ke mana.  

Buku terjemahan “Deschooling Society” sendiri pernah saya dapatkan di tahun kedua perkuliahan S1. Buku ini diterbitkan oleh Yayasan Obor Indonesia (YOI) dengan judul “Bebaskan Masyarakat dari Belenggu Sekolah”. Penerjemahan buku ini dilakukan oleh Sony Keraf dan diterbitkan oleh YOI pada tahun 2000.

Agak susah bagi saya mendapatkan terjemahan buku Ivan Illich tersebut. Buku terjemahan itu pun saya dapatkan dari salah seorang senior di kampus. Senior saya secara tiba-tiba memberikan penawaran apakah saya tertarik untuk memiliki buku terjemahan itu atau tidak. Dia mengabarkan bahwa di YOI buku tersebut sudah sangat jarang, Bahkan dia bilang hanya tinggal 2 eksemplar. Tanpa berpikir panjang waktu itu saya langsung mengiyakan penawarannya,

Bagi teman-teman yang berminat menyelami pemikiran pendidikan Ivan Illich dalam Deschooling Society silakan mengunduhnya di sini atau di sini,   

Penyerahan Piala oleh Kurir JNE


Penyerahan Piala oleh Kurir JNE

Karena tidak bisa mengikuti penyerahan hadiah sekaligus training jurnalistik di Yogyakarta Maret 2013 kemarin, piala ini diserahkan oleh kurir JNE di Jakarta tadi sore. Terima kasih saya sampaikan kepada Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel (SIGAB), SOLIDER, dan Australia Indonesia Partnership for Justice (AIPJ) Australian AID sebagai penyelenggara Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional “Hukum, Disabilitas, dan Keadilan”