Perintah Nabi untuk Memperbanyak Kuah Saat Memasak Daging


Hadis ini adalah hadis yang saya takhrij sebagai tugas akhir dalam penyelesaian studi di Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus Sunnah. Tulisan ini hanya semacam ringkasan singkat dari takhrij hadis berbahasa Arab yang versi lengkapnya dapat diunduh di sini. Takhrij hadis tentang perintah nabi untuk memperbanyak kuah saat memasak daging ini baru bisa ditampilkan di sini karena file takhrij hilang bersama dengan notebook saya yang dicuri tahun 2010. Alhamdulillah ternyata saya masih menyimpan file takhrij hadis ini di email. Semoga bermanfaat 🙂

Hadis Tentang Memasak Daging dan Perintah untuk Memperbanyak Kuah

Teks Hadis

Hadis yang penulis takhrij adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal dalam kitabnya Al Musnad. Teks hadis tersebut adalah sebagai berikut:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأُمَوِيُّ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ قَالَ بَلَغَنِي عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا طَبَخْتُمْ اللَّحْمَ فَأَكْثِرُوا الْمَرَقَ أَوْ الْمَاءَ فَإِنَّهُ أَوْسَعُ أَوْ أَبْلَغُ لِلْجِيرَانِ

Telah meriwayatkan kepada kami Yahya bin Sa’id Al Umawi, dia berkata telah meriwayatkan kepada kami Al A’masy, dia berkata telah sampai kepada kami berita dari Jabir bin Abdillah, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Jika kalian memasak daging maka perbanyaklah kuah atau airnya, yang demikian itu lebih cukup bagi tetangga”.

Hadis mengenai memasak daging dan perintah memperbanyak kuah ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya dengan jalur periwayatan berbeda dari Abu Dzar Al Ghifari. Imam Muslim juga meriwayatkan hadis yang senada dengan lafadz dan periwayatan yang berbeda dalam kitab Shahihnya. Selain itu, hadis tersebut juga diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi (Sunan At Tirmidzi), Imam Ibnu Majah (Sunan Ibni Majah), dan Imam Al Humaidi (Musnad Al Humaidi) dengan lafadz dan jalur yang berbeda-beda. Continue reading

Advertisements

Menjelajahi Museum Jawa Barat dan Banten


Barangkali tidak a31 MUSEUM JAWA BARAT-BANTENda yang pernah mencoba untuk menghitung jumlah sekaligus mengumpulkan data secara lengkap museum yang terdapat di Jawa Barat dan Banten. Hal ini dimaklumi karena museum bukan menjadi pilihan utama tempat kunjungan wisata dalam daftar tempat wisata sebagian besar orang. Rata-rata orang lebih memilih berkunjung ke tempat wisata lainnya dibanding berkunjung ke museum. Bahkan museum sering dianggap bukan bagian dari tempat wisata. Ia adalah tempat yang berkaitan dengan penelitian, belajar,  dan hal-hal serius lainnya. Hanya peneliti dan pelajar saja yang mengunjungi museum untuk keperluan penelitian dan tugas sekolah.

Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Edi Dimyati penulis buku “31 Museum Jawa Barat+Banten”. Di sela-sela kesibukannya sebagai redaktur salah satu majalah kenamaan di Ibukota, ia meluangkan waktu untuk berwisata, belajar, dan mendokumentasikan museum-museum yang ada di Jawa Barat dan Banten. Sebelumnya ia telah merampungkan pendokumentasian museum-museum di DKI Jakarta melalui buku berjudul “47 Museum Jakarta” (Gramedia, 2010).

Jika sebagian besar orang menganggap berkunjung ke museum adalah hal yang membosankan, bagi penulis buku ini berkunjung ke museum justru menjadi hal menyenangkan. Banyak informasi historis dapat dipelajari dan didapatkan dari museum.   Continue reading

Bakti Sosial SLKT untuk TBM Tiga Surau


Teman-teman grup Facebook Sisi Lain Kabupaten Tegal (SLKT) hari ini, Ahad, 12 Oktober 2014 berkunjung ke Taman Baca Masyarakat (TBM) Tiga Surau.

Mereka melaksanakan kegiatan Bakti Sosial dengan menyerahkan donasi buku, majalah, dan bahan bacaan lain. Selain itu, mereka juga membantu untuk bersih-bersih lingkungan serta membantu aktivitas Bank Sampah Majelis Ta’lim Nurul Hikmah.

Kunjungan dan donasi ini merupakan dukungan bagi kami dalam mengembangkan aktivitas literasi di tengah masyarakat Kabupaten Tegal.

Semoga semakin banyak anak-anak, remaja, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat Tegal yang gemar membaca.

Salam literasi 🙂

#TegalMembaca #IndonesiaMembaca

View on Path

Paket Misterius


Tiba-tiba kemarin siang ada kiriman paket satu dus ukuran besar dialamatkan kepada saya. Setelah dicek nama dan alamat pengirim, saya sama sekali tidak mengenalnya. Maula Ali, nama pengirim paket itu. Kedawung Cirebon Jawa Barat alamat yang ia cantumkan. Beruntung pengirim mencantumkan nomor yang bisa dihubungi. Saya mengirim pesan singkat untuk memastikan apakah paket tersebut memang betul untuk saya. Maula Ali menjawab bahwa paket itu berisi buku dan memang dialamatkan kepada saya. Akhirnya saya tahu paket itu adalah bantuan untuk Taman Baca Masyarakat (TBM) Tiga Surau.

Malam hari saat anak-anak sedang belajar bersama di TBM Tiga Surau, kardus dibuka. Ternyata isi kardus penuh buku, majalah, dan boneka.

Terima kasih saya sampaikan kepada Maula Ali atas kirimannya. Ia telah ikut membantu saya dan teman-teman mengembangkan aktivitas literasi di tengah masyarakat melalui TBM Tiga Surau.

Saat saya tanya dari mana Maula Ali mengenal dan tahu alamat saya, ia cuma menjawab: “Wallaahu a’lam. Semoga antum tetap istiqomah berjuang demi agama Allah, Rasulullah, beserta Ahlul Bayt. Aamiin yaa Rabb.”

View on Path

Menuju Miangas, Beranda Indonesia di Utara


Di sela-sela proses penyelesaian tugas akhir (tesis) pada Program Pascasarjana Universitas Indonesia (UI), salah seorang teman kuliah, Ahmad Junaidi, mengabari saya mengenai rencana penelitian di Pulau Miangas, salah satu pulau Tertinggal, Terluar, dan Terdepan (3T) Indonesia di bagian utara. Saya langsung mengiyakan ajakan Jun, panggilan akrab Ahmad Junaidi. Jauh-jauh hari ia sudah menginformasikan rencana penelitian ini. Namun waktu keberangkatan belum pasti. Perjalanan menuju Miangas tentunya akan menjadi perjalanan yang menarik. Seketika terlintas di pikiran saya lirik jingle iklan mie instan Indomie “Dari Sabang sampai Merauke, Dari Miangas ke Pulau Rote”. (Tentunya tidak sambil makan Indomie).

miangasPulau Miangas termasuk ke dalam Kecamatan Khusus Kepulauan Miangas, Kabupaten Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. Miangas berbatasan dengan negara tetangga Filipina. Miangas adalah salah satu pulau dari gugusan Kepulauan Nanusa. Pulau ini merupakan salah satu pulau terluar Indonesia sehingga rawan masalah perbatasan, terorisme serta penyelundupan. Belanda menguasai pulau ini sejak tahun 1677. Filipina sejak 1891 memasukkan Miangas ke dalam wilayahnya. Miangas dikenal dengan nama La Palmas dalam peta Filipina.

Perjalanan menuju Miangas dari Jakarta terlebih dahulu ditempuh dengan perjalanan udara menuju Manado dalam waktu 2 (dua) jam. Dari Manado perjalanan dilanjutkan melalui jalur laut. SediaIMG_20130428_110707nya kapal yang akan kami naiki adalah kapal Meliku Nusa. Namun karena salah informasi, rencana berubah. Dari pelabuhan Manado kami membeli tiket kapal ferry eksekutif menuju pelabuhan Tahuna. Tiket kapal kami tebus dengan harga Rp. 195.000,-. Kapal ini berangkat pukul 12.00 dan dijadwalkan tiba di pelabuhan Tahuna pukul 19.00. Sebenarnya kapal ini bisa menempuh perjalanan lebih cepat. Namun karena harus singgah di beberapa pulau, perjalanan menjadi lebih lambat. Kapal cepat ini membuat Jun mual. Mukanya tampak pucat. Rupanya ia mulai mabuk laut. (Saya pikir nenek moyangnya bukan pelaut). Continue reading

Merebut Anggaran Publik*


*Dimuat di RADAR TEGAL, Senin, 25 Agustus 2014

Belakangan ini publik Kabupaten Tegal disuguhi polemik Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2014 antara anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tegal Periode 2009-2014 dan Bupati Tegal. Anggota legislatif menyampaikan aspirasi agar ada porsi dana hibah dan bantuan sosial (bansos) yang perlu dialokasikan dalam APBD-P tahun 2014. Aspirasi tersebut ditentang oleh Bupati Tegal Enthus Susmono karena tidak memenuhi prosedur. Namun Bupati menjanjikan akan mengakomodasi aspirasi itu pada APBD-P tahun 2015 (Radar Tegal, 19-20 Agustus 2014).

Betul bahwa prosedur penganggaran dana hibah dan bansos pada APBD-P Kabupaten Tegal tahun 2014 tidak terpenuhi karena tidak diajukan sebelum sidang paripurna sehingga mendapat tentangan dari Bupati. Mengapa pengajuan aspirasi tersebut dilakukan setelah sidang paripurna?.

Hal yang juga perlu mendapat sorotan adalah urgensi dari alokasi dana hibah dan bansos yang diinginkan anggota legislatif. Anggota legislatif berargumen bahwa dana hibah dan bansos adalah bagian dari pokok-pokok pikiran DPRD yang tidak akan disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya (baca: partai). Fenomena yang sering mengemuka tentang dana hibah dan bansos tidak lain adalah mengenai penyelewengan dalam penggunannya. Continue reading

Everett Reimer dan School Is Dead (Part 2)


Untuk tulisan dengan judul sama di blog ini silakan baca di sini.

Akhirnya saya menemukan link download ebook berjudul “School Is Dead” karya Everett Reimer. Sudah beberapa kali saya mencari buku ini (yang berbahasa Inggris). Tahun 2009 saya menemukan buku terjemahan “School Is Dead” di salah satu toko buku bekas langganan di samping kampus.

Agak susah memahami karya terjemahan yang terjemahannya sangat dimungkinkan terdapat kekurangan dan kesalahan. Bahkan dimungkinkan juga terdapat reduksi dari substansi bahasa aslinya. Sepertinya lebih baik bingung membaca buku bahasa Inggrisnya daripada bingung membaca buku terjemahannya :D.

Teman-teman yang ingin mendapatkan ebook “School Is Dead” karya Everett Reimer silakan diunduh di sini atau di sini