Bank Sampah Nurul Hikmah Tuwel Bojong Tegal


Di tengah masyarakat baik di kota maupun di desa, jamak ditemukan mereka yang membuang sampah sembarangan seperti di kebun belakang rumah, tanah pekarangan yang tidak dipakai, dan yang paling sering di kali atau sungai. Perilaku membuang sampah sembarangan tersebut telah membudaya dan biasanya sulit untuk diubah. Sampah yang dibuang sembarangan terus menumpuk. Di kemudian hari, sampah akhirnya menjadi persoalan. Masyarakat kemudian cenderung menyalahkan satu sama lain. Sampah menjadi persoalan tak terpecahkan.

Persoalan serupa juga terjadi di Dukuh Tere Tuwel Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal. Warga terbiasa membuang sampah di kebun dan kali jika tidak membakarnya. Berangkat dari adanya kesadaran bahwa sampah adalah persoalan dan perlunya pengelolaan sampah, warga Dukuh Tere berinisiatif untuk mengelola sampah dengan mendirikan Bank Sampah Nurul Hikmah pada akhir tahun 2013. Continue reading

Advertisements

Menggugat Relasi Negara dengan Masyarakat dalam Pendidikan


Pendidikan Berbasis MasyarakatSebagai sebuah sistem, pendidikan meniscayakan adanya relasi antara Negara (baca: pemerintah) dengan masyarakat. Relasi itu terbangun karena Negara adalah pihak yang berkewajiban sebagai penyelenggara sekaligus pihak yang bertanggung jawab terhadap setiap aktivitas pendidikan. Sedangkan masyarakat adalah pihak yang berhak menerima pendidikan sebagaimana tercantum dalam konstitusi tertinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Relasi Negara dengan masyarakat hampir-hampir selalu dipandang sebagai relasi antara Negara sebagai penguasa dan masyarakat sebagai yang dikuasai. Ujung-ujungnya, berdasarkan pandangan tersebut, masyarakat diposisikan sebagai subordinat dari Negara.

Dalam ranah pendidikan, Indonesia mengalami kondisi di mana masyarakat sering hanya menjadi objek. Negara bertindak dominan dan mengatur pendidikan. Walaupun pendidikan dimasukkan sebagai salah satu bidang yang harus didesentralisasikan, pada kenyataannya negara memiliki peran yang sangat dominan. Contoh paling baik untuk menggambarkan kondisi tersebut misalnya pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN).

Praktik pendidikan dengan peran negara yang dominan disebut penulis buku sebagai praktik pendidikan yang menerapkan prinsip pendidikan berbasis negara (state-based education). Menurut penulis, praktik tersebut hanya melahirkan partisipasi masyarakat yang semu (quasi participation). Inilah kritik yang penulis paparkan dalam buku ini. Continue reading

One Spirit One Nation; Road to Pesta Blogger 2009


125x125_imgoingtoHajatan besar para penggiat blog tanah air sebentar lagi akan segera dilaksanakan. Panitia sudah mulai mempersiapkan acara Pesta Blogger tahun 2009 yang merupakan hajatan ketiga semenjak pertama kali diadakan pada tahun 2007. Tema Pesta Blogger 2007 adalah “Suara Baru Indonesia”. Tema Pesta Blogger 2007 dipilih karena pesta ini diharapkan akan menjadi wadah pertemuan dan diskusi bagi para blogger untuk bersama-sama menciptakan iklim nge-blog yang positif di Indonesia; sehingga blog dapat menjadi media ekspresi baru yang mampu menyuarakan pikiran, pendapat, dan perasaan para blogger Indonesia. Tema Pesta Blogger 2008 adalah “Blogging for Society”. Tema ini dipilih untuk memacu semangat para blogger sehingga dapat menggunakan media blog sebagai bentuk kontribusi mereka terhadap masyarakat. Tahun 2009, Pesta Blogger mengangkat tema yang memiliki nilai filosofis tinggi. Tema “One Spirit One Nation” sangat menjiwai nilai-nilai yang tersurat dalam Pancasila. Jika dikaitkan dengan semboyan bangsa Bhinneka Tunggal Ika, tema Pesta Blogger akan menemukan momentumnya. Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, budaya dan bahasa tetap merupakan satu kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Continue reading