Sisi Lain Istana Presiden Gus Dur*


*Dimuat dalam rubrik RESENSI Harian Koran Madura edisi Jum’at, 11 Februari 2015

Presiden Keempat Republik Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid atau yang biasa dipanggil Gus Dur ibarat sumur yang tak pernah kering. Banyak hal yang dapat ditimba dari pribadi yang dikenal penuh kontroversi dari mulai guyonan khas Gus Dur hingga pemikiran beliau tentang keIslaman dan keIndonesiaan. Banyaknya hal yang menarik dari Gus Dur telah menarik minat banyak orang untuk menuliskannya dalam bentuk buku utuh maupun tulisan-tulisan pendek yang kemudian dikumpulkan dalam sebuah buku.

Buku karya Priyo Sambadha ini adalah salah satunya. Ditulis oleh seorang mantan staf kepresidenan yang hampir setiap hari intens berinteraksi langsung dengan Gus Dur semasa di istana kepresidenan, buku ini menyuguhkan cerita-cerita lucu dan unik yang mungkin selama ini tidak banyak diketahui orang. Pada saat Gus Dur menjadi Presiden, Priyo sudah 14 tahun bekerja di istana.

Sejak Gus Dur dilantik sebagai presiden, kehadiran beliau beserta keluarga di istana, sebagaimana dituturkan penulis, telah memberikan warna yang sama sekali berbeda jika dibandingkan dengan presiden sebelumnya. Penulis yang telah bertugas di istana sejak era Presiden Soeharto ini lebih banyak membandingkan kehidupan keseharian Presiden Gus Dur dengan Presiden Soeharto. Secara umum, penulis berpandangan bahwa banyak peraturan atau kebiasaan yang secara signifikan berubah di lingkungan istana presiden. Continue reading

Menjelajahi Museum Jawa Barat dan Banten


Barangkali tidak a31 MUSEUM JAWA BARAT-BANTENda yang pernah mencoba untuk menghitung jumlah sekaligus mengumpulkan data secara lengkap museum yang terdapat di Jawa Barat dan Banten. Hal ini dimaklumi karena museum bukan menjadi pilihan utama tempat kunjungan wisata dalam daftar tempat wisata sebagian besar orang. Rata-rata orang lebih memilih berkunjung ke tempat wisata lainnya dibanding berkunjung ke museum. Bahkan museum sering dianggap bukan bagian dari tempat wisata. Ia adalah tempat yang berkaitan dengan penelitian, belajar,  dan hal-hal serius lainnya. Hanya peneliti dan pelajar saja yang mengunjungi museum untuk keperluan penelitian dan tugas sekolah.

Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Edi Dimyati penulis buku “31 Museum Jawa Barat+Banten”. Di sela-sela kesibukannya sebagai redaktur salah satu majalah kenamaan di Ibukota, ia meluangkan waktu untuk berwisata, belajar, dan mendokumentasikan museum-museum yang ada di Jawa Barat dan Banten. Sebelumnya ia telah merampungkan pendokumentasian museum-museum di DKI Jakarta melalui buku berjudul “47 Museum Jakarta” (Gramedia, 2010).

Jika sebagian besar orang menganggap berkunjung ke museum adalah hal yang membosankan, bagi penulis buku ini berkunjung ke museum justru menjadi hal menyenangkan. Banyak informasi historis dapat dipelajari dan didapatkan dari museum.   Continue reading